Harga Emas Hari ini : Emas Batangan Berat 0.5 Gram Harga 513.000 Emas Batangan Berat 1 Gram Harga 926.000 Emas Batangan Berat 2 Gram Harga 1.792.000 Emas Batangan Berat 3 Gram Harga 2.663.000 Emas Batangan Berat 5 Gram Harga 4.405.000 | Emas Batangan Berat 10 Gram Harga 8.755.000 | Emas Batangan Berat 25 Gram Harga 21.762.000 | Emas Batangan Berat 50 Gram Harga 43.445.000 | Emas Batangan Berat 100 Gram Harga 86.812.000 | Emas Batangan Berat 250 Gram Harga 216.765.000 | Emas Batangan Berat 500 Gram Harga 433.320.000 | Emas Batangan Berat 1000 Gram Harga 866.600.000










Berita Pabrikers

Berita Pabrikers

Tim Peneliti Kolaborasi STIE Dharma Agung dan UNS Surakarta di Desa Pandes, Klaten.

Usaha konveksi kaos di Desa Pandes merupakan industri unggulan di Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Dengan keunggulannya, Kampung Kaos menjadi sebutan yang melekat bagi desa itu.Sejak pandemi COVID-19 yang melanda dunia akhir tahun 2019 lalu, industri konveksi di Kampung Kaos terkena dampaknya. Turunnya konsumsi dan daya beli masyarakat sangat berpengaruh terhadap permintaan pasar kerajinan konveksi di Kampung Kaos Desa Pandes.Dengan kondisi ini, Tim Peneliti dari dua perguruan tinggi berkolaborasi melakukan inisiasi untuk melakukan pelatihan dan pendampingan bagi pengrajin konveksi di Kampung Kaos agar tetap eksis di masa pandemi. Diperlukan upaya penanganan yang serius karena masyarakat di Desa Pandes banyak yang menggantungkan hidupnya dari industri ini.Tim peneliti diketuai oleh  Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Universitas Sebelas Maret (UNS) dan beranggotakan Dr. Edi Kurniadi, M.Pd. dari FKIP UNS, Zaenah, S.E., M.A. dari STIE Dharma Agung serta Dr. Ign. Novie Endi Nugroho, S.E., M.Si. Alumni Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) UNS.Prof. Rahma mengatakan, kegiatan awal penelitian ini telah dilakukan di tahun 2020 lalu, berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pandes, khususnya para pengurus BUMDes Karya Nyata dan perwakilan paguyuban pengusaha konveksi Kampung Kaos. Salah satu usaha BUMDES adalah produksi kaos dan yang kedua BUMDES punya lahan untuk arena budaya dan bermain anak-anak.Dimulai pada tanggal 10 April 2021, tim peneliti  memberikan  berbagai pelatihan kepada para pengusaha UMKM kaos di Desa Pandes diantaranya pelatihan dan pendampingan perencanaan dan pengelolaan keuangan, pendampingan manajemen bisnis, pemasaran digital menggunakan teknologi informasi dan internet, pengembangan inovasi desain dengan pemanfaatan teknologi komputer, penggunaan teknologi tepat guna, implementasi pemasaran digital, inovasi desain, dan penggunaan teknologi tepat guna untuk produksi serta pembuatan arena bermain untuk anak-anak.“Hasil penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan pelaku usaha ini diharapkan dapat meningkatkan inovasi, pemasaran, pengembangan dan keterampilan pengelola usaha yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Pandes Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten” tuturnya.Sementara itu, dari sisi administratif diharapkan adanya peningkatan kemampuan perencanaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen bisnis yang lebih baik. Dengan peningkatan keterampilan ini diharapkan para pelaku usaha yang tergabung dalam BUMDes Karya Nyata ini dapat melalui kondisi krisis ini dengan baik dan pada akhirnya mampu berkembang sesuai dengan tuntutan pasar.Setelah melakukan pelatihan dan pendampingan, tim akan melakukan kegiatan lanjutan untuk mengawal peningkatan hasil usaha konveksi kaos di Desa Pandes sehingga perekonomian di sektor UMKM dapat tumbuh kembali. 

22/04/2021

Berita Pabrikers

Wujudkan SDM Unggul, STIE Dharma Agung Perkuat Sinergi Dengan Mitra Kerja Sama

    Untuk mewujudkan program Indonesia SDM Unggul yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sinergisitas antara dunia pendidikan, industri dan usaha sangat dibutuhkan untuk mendorong serta mewujudkan program pemerintahan tersebut.   
27/01/2021

Berita Pabrikers

Tie Dye Tehnik Jadul yang Masih Trend

Apasih tie dye itu? Yang pasti tie dye itu bukan kaos, atau kain, tapi sebuah tehnik pewarnaan yang menghasilkan motif degan cara pencelupan. Kemunculan tie dye di Amerika Serikat, bermula sejak tahun 1920an dan masih eksis hingga saat ini. Popularitas tie dye semakin meningkat di tahun 1969, tepatnya selama era hippie di Amerika Serikat.Namun jauh sebelum itu, teknik pewarnaan kain semacam ini telah ada hampir di setiap budaya dunia dengan versi berbeda-beda sejak sekitar thn 500an yang lalu dan sangat populer di negara Asia seperti India, Cina, Jepang dan Indonesia yang sudah tenar dengan nama Batik Jumputan di Jawa Tengah. Skitar tahun 2003an tie dye kembali muncul di Indonesia degan corak yang lebih inovatif dan salah satu disainer yang kembali mengembangkannya adalah Oscar Lawalata, lewat beberapa brand fesyennya seperti Oscar Culture.Sejak 2019 lalu,  tie dye kembali marak. Dimana generasi millennial cukup tertarik untuk menggunakan tie dye sebagai paduan busananya. Novita Respati lewat brand Purana juga ikut mengembangkan koleksi anyarnya pada Jakarta Fashion Week di tahun tersebut. Beberapa disainer mancanegara pun seperti Stella McCartney dan Prabal Gurung, juga telah membawa tie dye dalam koleksi busananya dengan nuansa yang lebih modern pada New York Fashion Week.Tahun 2021 ini, tie dye masih menjadi trend yang diminati. Di Indonesia sendiri, tie dye hadir dalam beberapa model. Aplikasinya pada daster dan piyama, begitu marak di tengah-tengah masyarakat dengan harga mulai dari Rp 45.000 hingga Rp 200.000an dengan warna-warna dan corak yang menarik. Nah buat yang doyan dagang, kenapa gak mencoba nih berbisnis dengan segala aplikasi dari tie dye yang masih banyak dicari. Selain daster dan piyama, ada juga kaos, tas, sepatu, dompet, hingga masker yang kini sudah menjadi bagian dari fesyen dan banyak peminatnya sejak masa pandemi ini (Kh)
24/01/2021

Berita Pabrikers

Musik Bambu dan Perempuan Jepang

Angklung, arumba dan baslodong adalah alat musik asal Jawa Barat yang telah menarik perhatian para Perempuan Jepang untuk mempelajari keunikan alat musik ini. Mereka adalah istri-istri dari warga negara Jepang yang tinggal di Indonesia untuk suatu pekerjaan dalam beberapa tahun.Setiap Selasa dan Jumat, bertempat di Anjungan Jawa Barat, Taman Mini Indonesia Indah, mereka berkumpul untuk berlatih. Mereka ternyata telah jatuh cinta dengan alat musik dari bambu yang terdengar halus suaranya saat dimainkan itu. Berawal dari pertemanan, mereka mengisi waktu luang selama tinggal di sini hingga akhirnya memilih angklung yang kemudian menjadi sebuah komunitas dengan nama Melodi Manis. Berdiri sejak 1993, mereka tekun dan aktif mempelajari alat musik tradisional Indonesia tersebut.Dalam mempelajari angklung, anggota Melodi Manis tak butuh waktu lama untuk kemudian bisa membawakan beberapa lagu-lagu pop Indonesia. Karena awalnya, mereka memang sudah memiliki dasar bermain musik. Di negaranya, para anggota Melodi Manis sudah terbiasa memainkan alat musik. Ada yang pandai bermain piano, gitar, clarinet, hingga alat musik tradisional Jepang sendiri."Sebelumnya, mereka memang sudah bisa bermain musik dan membaca not. Jadi selanjutnya, tinggal mengarahkan mereka saja dan mereka sangat mudah dilatih." Ungkap Pak Budi, pelatih Melodi Manis. Beberapa kali sudah, Melodi Manis tampil di acara-acara Taman Mini, kedutaan Jepang dan beberapa acara lainnya, di Jakarta hingga Bandung.Beberapa kali anggotanya pun berganti personil karena tugas Sang Suami yang sudah selesai. Secara otomatis, anggota tersebut harus kembali ke Jepang dan kemudian akan datang anggota lainnya untuk kemudian bergabung. Kegiatan positif ini, begitu bermanfaat untuk mereka. Tak bosan-bosan mereka terus mempelajari berbagai macam lagu, hingga lagu-lagu daerah Indonesia yang telah mereka kuasai dalam bermain angklung, arumba dan baslodong. (Kh)
23/01/2021

Berita Pabrikers

KLL Mustikajaya luncing gerakan 3S

KLL Mustika Jaya Kota Bekasi mengelar acara lunching G3S ( Gerakan Sedekah Seribu Sehari ).pada hari Sabtu 19 Desember 2020, KLL mustikajaya berkerjasama dgn LAZISMU KOTA BEKASI ,serta PCM mustikajaya melaksanakan even G3S.Gerakan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung. Masyarakat diajak utk dekat dgn Allah dan bermanfaat utk orang lain,demikian disampaikan oleh Manager Regional LAZISMU KOTA BEKASI ,sdr.M Sandi. Kegiatan ini direncakan minimal sebulan sekali. Utk acara kemarin di gelar di Jln Graha harapan Mustikajaya ( dpn kantor PCM MUSTIKAJAYA,utk berikutnya atau kedepan akan di laksanakan juga di tempat tempat lainya yg sesuai kembutuhan.
04/01/2021

Berita Pabrikers

KLL Mustikajaya Launching Gerakan 3S

KLL Mustika Jaya Kota Bekasi mengelar acara lunching G3S ( Gerakan Sedekah Seribu Sehari ). pada hari Sabtu 19 Desember 2020, KLL mustikajaya berkerjasama dgn LAZISMU KOTA BEKASI ,serta PCM mustikajaya melaksanakan even G3S.
03/01/2021

Berita Pabrikers

KLL Mustikajaya luncing gerakan 3S

KLL MUSTIKAJAYA mengelar acara lunching G3S ( gerakan sedekah seribu sehari ).Sabtu 19 desember 2020,KLL mustikajaya berkerjasama dgn LAZISMU KOTA BEKASI ,serta PCM mustikajaya melaksanakan even G3S.Gerakan ini bertujuan utk mengajak utk membantu orang lain atsu  kpd masyarakat yg kurang beruntung.Masyarakat diajak utk dekat dgn alloh dan bermanfaat utk orang lain,demikian disampaikan oleh Manager Regional LAZISMU KOTA BEKASI ,sdr.M Sandi.Kegiatan ini direncakan minimal sebulan sekali.Utk acara kemarin di gelar di Jln Graha harapan Mustikajaya ( dpn kantor PCM MUSTIKAJAYA,utk berikutnya atau kedepan akan di laksanakan juga di tempat tempat lainya yg sesuai kembutuhan.
28/12/2020

Berita Pabrikers

Baznas Kabupaten Bekasi Serahkan Bantuan Untuk Guru Ngaji

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi menyerahkan bantuan. bantuan tersebut diserahkan  Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja secara simbolis bantuan untuk masyarakat yang dikelola oleh di Masjid Agung Nurul Hikmah, Komplek Pemkab Bekasi, Kamis (10/12).
12/12/2020

Berita Pabrikers

KADIN Kabupaten Bekasi Bersiap Diri Menyambut Mukab 2021

Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi dibawah kepemimpinan Obing Fahrudin akan segera berakhir tahun depan. Dalam rangka penyiapan suksesi kepemimpinan, KADIN bersiap diri dengan membentuk kepanitiaaan Musyawarah Kabupaten (MUKAB).
12/12/2020