Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Warga Bekasi Diimbau Tingkatkan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri

Hallo Pabrikers, Warga Kabupaten Bekasi Jawa Barat diminta untuk terus meningkatkan keterampilannya sesuai kebutuhan industri karena industri kini berangsur-angsur bertransisi ke Industri 4.0 modern dari sebelumnya yang padat karya menggunakan mesin dan robot.

Feb 27 2024, 01:00

Cikarang,-

Hallo Pabrikers, Warga Kabupaten Bekasi Jawa Barat diminta untuk terus meningkatkan keterampilannya sesuai kebutuhan industri karena industri kini berangsur-angsur bertransisi ke Industri 4.0 modern dari sebelumnya yang padat karya menggunakan mesin dan robot. Demikian disampaikan Pj Bupati Bekasi. kata Dani Ramdan di Cikarang Selatan, Kamis, di Hotel Holiday Inn Jababeka Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat pada pembukaan Forum Perangkat Daerah.

"Kita harus mampu beradaptasi dengan industri saat ini. Jika kita hanya bergantung pada padat karya, maka upah di sini menjadi kurang kompetitif dibandingkan di tempat di mana Industri lain hanya tumbuh dengan upah yang lebih murah. Pertama Subang, Purwakarta, Cirebon, Majalengka, jadi yang padat karya pindah ke sana,” ujarnya.

Ia mengatakan, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal dilakukan pemerintah provinsi, dimulai dari lingkungan satuan pendidikan melalui pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah menengah kejuruan dan sekolah kejuruan. dengan prioritas kurikulum untuk keterampilan tertentu.

"Seperti keterampilan komputer dan digital, pengoperasian dan perbaikan mesin. Itu yang terus kita upayakan untuk dicapai secara maksimal di lembaga pendidikan kita," ujarnya.

Kemudian maksimalkan magang dan program magang bagi dunia usaha melalui rencana kerjasama baik di dalam maupun luar negeri dengan para pemimpin industri dan asosiasi dagang yang ada. Diakuinya, tidak semua lulusan sekolah teknik bisa diterima di dunia industri, mengingat keterbatasan tenaga kerja perusahaan di industri manufaktur.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal pada sektor usaha mikro, kecil, dan usaha Menengah (UMKM) atau pengusaha, terus mengembangkan lini usaha yang menunjang perekonomian nasional. Pihak akan terus mengembangkan sektor usaha melalui beberapa strategi, mulai dari fasilitasi pendirian hingga pengembangan merek dan kemasan, pemasaran dan perluasan pasar, serta toko online lokal yang berdaya saing tinggi.

"Kami berupaya memperluas pasar UMKM. Kami telah menjalin kerja sama dengan beberapa mall modern, yang terbaru dengan AEON Mall dalam bentuk kantor permanen untuk usaha kecil. Kegiatan pameran juga kita tingkatkan dan toko online kita (Bebeli) juga penuh dengan UKM,” ujarnya.

Dani juga mencatat, Kabupaten Bekasi kerap dipilih menjadi tempat forum perlengkapan daerah yang membahas industri dan dunia usaha. karena mempunyai kawasan industri terluas. Kabupaten Bekasi bahkan menjadi penyumbang terbesar produksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

"Oleh karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat akan menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai tuan rumah Forum Pasokan Daerah 2024," ujarnya.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Rini Cempaka mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dan diikuti 199 orang. sebagai sumber daya dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan pejabat daerah di kedua bidang tersebut.

"Juga sumber daya dari organisasi profesi mulai dari ilmuwan hingga pengusaha," kata ketua panitia kegiatan itu.

Rini mengatakan berbagai topik antara lain kemudahan berusaha, pengembangan pusat industri kecil dan menengah, serta adopsi industri hijau akan dibahas dalam forum ini selama dua hari ke depan.

"Selain itu, terkait dengan industri hilir, stabilitas harga, peluang bisnis dan infrastruktur, e-commerce, konsumen cerdas, pelacakan komoditas, dan periklanan," ujarnya.




source antaranews.com

Berita Terkait

No Posts Found