Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Rumah Pemudik Nataru di Kabupaten Bekasi Akan Ditempel Stiker

Rumah warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang mudik akhir tahun menurut rencana akan ditempel stiker. Stiker tersebut diharapkan memudahkan pemantauan warga dalam upaya mencegah penyebaran virus corona saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Des 02 2021, 04:15

Cikarang,-

Halo Pabrikers, Rumah warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang mudik akhir tahun menurut rencana akan ditempel stiker. Stiker tersebut diharapkan memudahkan pemantauan warga dalam upaya mencegah penyebaran virus corona saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).


“Kebijakan ini bagian dari giat aktivasi kembali posko PPKM skala mikro di tingkat RT dan Desa jelang libur Nataru,” kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan di Cikarang, Rabu (1/12/2021).


Hendra mengatakan sejauh ini upaya untuk menekan mobilitas warga saat libur Nataru dilakukan dengan mengoptimalkan peran posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.


“Kami juga memperkuat sosialisasi dan edukasi. Kalau ada yang mau mudik harus swab antigen dulu. Mereka sebelum mudik juga harus melapor ke RT dan RW dulu,” ujarnya.


Selanjutnya warga yang telah melapor untuk mudik rumahnya bakal ditandai dengan cara ditempel stiker. Stiker itu berisi catatan waktu mudik hingga waktu warga itu kembali ke rumahnya.


"Mereka yang mau mudik itu di posko PPKM mikro di tingkat RT dan RW akan diperiksa dulu, mulai dari vaksinasi hingga tes swab antigen. Kalau belum vaksin dan tes swab, petugas di posko meminta mereka untuk harus vaksin dulu," ucapnya.


Hendra mengatakan aparat kepolisian hingga kini belum berencana menggelar penyekatan menghadapi masa libur akhir tahun. Penyediaan posko penyekatan masih menunggu kebijakan pemerintah pusat. 


Dia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan di wilayah Kabupaten Bekasi untuk mengantisipasi kerumunan saat perayaan Nataru. Salah satunya dengan memanggil para tokoh agama untuk menyepakati teknis perayaan hari keagamaan di akhir tahun agar tidak melanggar ketentuan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.


"Di tempat-tempat hiburan juga bakal ada pembatasan. Tetapi sampai saat ini kami masih menunggu kebijakan teknis dari pemerintah pusat," kata Hendra. (*)


Source : Antara

Gambar Ilustrasi

Berita Terkait

No Posts Found