Pertama Di Indonesia, Apindo Kab. Bekasi Luncurkan LPK Pendamping TKA
hari ini selasa (07/11/23) DPK APINDO Kabupaten Bekasi menyelenggarakan Grand Launching LPK Pendamping TKA di Nuanza Hotel & Convention Cikarang.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, hari ini, Selasa (07/11/23) DPK APINDO Kabupaten Bekasi menyelenggarakan Grand Launching LPK Pendamping TKA di Nuanza Hotel & Convention Cikarang.
Acara ini dihadiri oleh PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi, Soetomo, Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah II Propinsi Jawa Barat, Siti Aisyah , Perwakilam Kemenaker, LA-LPK Prop Jabar,Kadin,Kadisnaker Edi Rochyadi, Ketua Komite Advokasi DPN Apindo, Darwoto . Selain itu juga, acara semakin meriah dengan dihadiri para pengurus DPK Apindo Kab Bekasi, anggota, serta ratusan perusahaan di Kabupaten Bekasi.
Dalam pidatonya, Ketua DPK Apindo Kab Bekasi Soetomo menyampaikan bahkan pihaknya telah membuat terobosan baru dan sebagai pelopor LPK Pendamping TKA dan satu-satunya di Indonesia yang sudah terakreditasi. Diharapkan dengan adanya program ini, bisa memberikan kemudahan-kemudahan bagi pendamping TKA di masing-masing perusahaan di Kabupaten Bekasi sebaimana tertuang dalam PP 24/2021.
Harapannya dengan adanya LPK pendamping TKA ini bisa didukung oleh semua pihak, sehingga programnya bisa berjalan baik dan lancar sehingga memiliki kontribusi kepada Pemda Kab Bekasi dan oraganisasi Apindo.
“Sebagai pelopor LPK Pendampamping TKA dan satu-satunya di Indonesia, semoga program ini punya kontribusi besar terhadap Kawasan terbesar di Asia Tenggara (Kab Bekasi), terimakasih untuk semua dukungan dan supportnya dari pemerintah pusat hingga daerah untuk program kami kali ini,” ujar Soetomo.
Disisi lain, PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan mendukung penuh program excellent yang digagas oleh DPK Apindo Kab Bekasi.
“Saya berikan apresiasi tertinggi atas lahirnya LPK Pendampingan TKA yang diinisisasi oleh DPK Apindo Kabupaten Bekasi, dan kami sangat bangga ini adalah yang pertama di Indonesia,” ujar Dani Ramdhan.
Disampaikannya, sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, mutlak wilayahnya memiliki banyak tenaga kerja, termasuk Tenaga kerja asing. Sehingga program ini sangat diharapkan keberadaannya. Untuk pendamping TKA ini harus didampingi oleh pekerja lokal, agar tercipta transfer knowledge, sehingga tidak terjadi ketergantungan. (d.rp)