Pelatihan Perawatan AC APINDO-FSP LEM SPSI, Dorong Peningkatan Skill Pekerja Bekasi
Hallo Pabrikers, DPK APINDO Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan FSP LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi, menggelar pelatihan Perawatan AC yang berlangsung di Gedung Vasanta Innopark, Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Rabu (10/12).
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, DPK APINDO Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan FSP LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi, menggelar pelatihan Perawatan AC yang berlangsung di Gedung Vasanta Innopark, Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Rabu (10/12).
Pelatihan ini diikuti 30 peserta dari unsur pekerja dan anggota serikat, dengan tujuan meningkatkan kompetensi teknis sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang layanan servis pendingin udara.
Ketua DPK Apindo Kabupaten Bekasi, M. Yusuf Wibisono dalam sambutannya menegaskan pentingnya keberlanjutan program pelatihan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas pekerja. Ia menilai pelatihan teknis seperti perawatan AC bukan hanya relevan bagi kebutuhan industri, tetapi juga membantu pekerja mempersiapkan masa depan yang lebih stabil.

“Program ini harus terus dilanjutkan. Pelatihan seperti ini bisa memberikan kontribusi besar bagi rekan-rekan untuk bekerja dan mengembangkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Yusuf menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan keterampilan praktis pekerja serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk memperluas karier.
“Tujuannya untuk menambah kemampuan. Harapannya, ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dan bahkan dijadikan peluang untuk memulai usaha,” katanya.
Yusuf juga menyoroti pentingnya persiapan pekerja menjelang masa pensiun dan mendorong peserta untuk bijak dalam mengelola penghasilan, termasuk dana pensiun.
Dalam kolaborasinya dengan serikat pekerja, Yusuf menekankan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keharmonisan hubungan industrial.
“Ini bagian dari komunikasi yang penting. Program seperti ini membuktikan bahwa sebenarnya tidak ada masalah antara pimpinan dan masyarakat pekerja,” ujarnya.
Menurut Yusuf, dinamika yang terjadi di lapangan merupakan hal wajar dan justru membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
Terkait keberlanjutan program, Yusuf menegaskan bahwa Apindo dan FSP LEM SPSI telah merencanakan pelatihan-pelatihan lanjutan, termasuk kemungkinan sertifikasi.
“Kami akan diskusikan dengan pihak terkait apakah bisa direalisasikan dalam bentuk sertifikasi, karena itu penting sebagai validasi kemampuan,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan kepada para peserta agar terus meningkatkan kompetensi.
“Tetap semangat, tingkatkan skill, jangan berhenti berinovasi, dan siapkan second career,” tutupnya.
Fokus Pemahaman DasarÂ
Narasumber sekaligus pemimpin sesi teknis, Hadi Maryono Ketua DPC LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi, menjelaskan bahwa pelatihan hari ini difokuskan pada pemahaman mendasar sistem pendinginan. Materi mencakup pengenalan alat servis, penggunaan refrigeran, serta prinsip dasar pendinginan yang berlaku pada berbagai perangkat seperti AC, kulkas, hingga cold storage.

“Kalau peserta memahami basic pendinginan, mereka akan mudah membayangkan cara kerja AC, kulkas, atau chiller. Semua prinsipnya sama, hanya perangkatnya yang berbeda,” jelas Hadi.
Ia menambahkan bahwa modal usaha servis AC relatif terjangkau.
“Dengan modal sekitar enam juta rupiah sudah bisa memiliki peralatan lengkap,” tambahnya.
Hadi melihat antusiasme peserta sangat baik. Menurutnya, materi teknis seperti servis AC memang diminati karena selaras dengan kebutuhan pasar saat ini. Ia turut menekankan pentingnya peningkatan keterampilan di era bonus demografi.

“Teman-teman harus upskill atau reskilling. Teknologi berkembang, Freon juga berkembang, jadi kita tidak bisa hanya mengandalkan ilmu yang lama,” ujarnya.
Ia mendorong peserta untuk berani memulai usaha kecil setelah memahami dasar pelatihan.
“Setelah belajar, beli alat, pasang poster, buka layanan servis AC atau kulkas. Dari situ nanti bisa berkembang ke industri yang lebih besar,” tutupnya.( jn)
