Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Pabrik Tutup Tak Hanya Soal Kurang Order, Tapi Karena Tak Bisa Menjalin Hubungan Baik Dengan Serikat Pekerja

Hallo Pabrikers, JurnalKawasan.com, menyelenggarakan Lunch & Learn berjudul "Kupas Tuntas Isu Terkini Hukum Ketenagakerjaan Dan Hubungan Industrial" di Ibis Styles Hotel, Jababeka Cikarang Utara pada hari Selasa (06/02).

Feb 07 2024, 04:00

Cikarang,- 

Hallo Pabrikers, JurnalKawasan.com, menyelenggarakan Lunch & Learn berjudul "Kupas Tuntas Isu Terkini Hukum Ketenagakerjaan Dan Hubungan Industrial" di Ibis Styles Hotel, Jababeka Cikarang Utara pada hari Selasa (06/02). Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 25 perusahaan di Daerah Jababeka dan sekitarnya.

Narasumber utama adalah . Salahudin Gaffar, seorang ahli pakar hukum ketenagakerjaan yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pemahaman dan perkembangan hukum ketenagakerjaan di Indonesia. Acara dipandu oleh Nugroho, GM PT Lotte Chemical sebagai moderator. Salahudin, yang juga penulis buku berjudul "Reformasi Hukum Perburuhan Indonesia," menggabungkan materi dari jurnal internasional dan tulisan-tulisan bahasanya. Menanggapi tantangan adaptasi dalam kondisi saat ini, Salahudin menyatakan bahwa siapa saja yang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi maka dia berpotensi bertahan. Menyesuaikan model bisnis termasuk manajemen hubungan industrial dalam era pandemi Covid-19 perang.

Dalam merespons penutupan pabrik di Cikarang, Salahudin memberikan pandangannya. "Rata-rata penutupan pabrik bukan disebabkan oleh absennya pesanan, melainkan karena perusahaan tidak sepakat dengan serikat pekerja atau meragukan manfaat dari keberadaan serikat, " kata mantan karyawan perusahaan pabrik ban ini.

Menyimpulkan diskusi, Salahudin mengungkapkan harapannya untuk melihat adopsi regulasi yang inovatif dan progresif yang mampu menjawab tantangan kontemporer.  Dia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, dan pakar hukum untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, dinamis, dan berkelanjutan.

Isu hak buruh dan perlindungan pekerja migran menjadi sorotan khusus. Salahudin menegaskan Perlindungan pekerja migran adalah ujian bagi kemanusiaan . "Hukum ketenagakerjaan harus memainkan peran penting dalam menciptakan keadilan global dan memastikan hak asasi manusia diakui di semua tingkatan," kata pria asli Bima, Sumbawa ini. 

Seminar ini memberikan wawasan mendalam mengenai isu-isu kompleks dalam hukum ketenagakerjaan dan hubungan industrial. Melalui pandangan Dr. Salahudin Gaffar, peserta diingatkan akan urgensi adaptasi regulasi untuk menghadapi masa depan kerja yang penuh tantangan dan dinamika. Keberlanjutan dan keadilan di tempat kerja menjadi komitmen bersama kita semua. (RY)

Berita Terkait

No Posts Found