Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Lahan Kosong di Kawasan Industri Bekasi Dijadikan Ladang Jagung dan Kedelai

Hallo Pabrikers, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian menginisiasi upaya penggarapan lahan-lahan “nganggur” di kawasan industri atau yang tidak digunakan untuk pertanian.

Mar 15 2024, 08:00

Bekasi,-

Hallo Pabrikers, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian menginisiasi upaya penggarapan lahan-lahan “nganggur” di kawasan industri atau yang tidak digunakan untuk pertanian. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Abdillah Majid mengungkapkan, lahan industri sedang digarap di wilayah yang tidak digunakan untuk pertanian. Ini merupakan kerja sama antara Pemkab Bekasi bersama Korem 051/Wijayakarta dan Kodim 0509/Bekasi.

Abdillah menjelaskan, lahan yang digarap untuk pertanian tersebut adalah Kawasan Industri Jababeka yang rencananya akan digunakan lahan seluas 20 hektare. untuk menanam jagung dan kedelai.

"Apa yang dilakukan di wilayah Jababeka. Kami (Pemkab) bersama Korem menyiapkan 20 hektar untuk pertanian sesuai rencana tanam jagung dan kedelai," ujarnya, Kamis (14/3).

Saat ini, menurut Abdillah, luasnya hanya dua hektar dan akan digarap secara bertahap sebagai percobaan pertanian. Apalagi menurut Abdillah, lahan yang digunakan di kawasan industri itu bukan sawah, melainkan sawah. tanah padat yang bisa dijadikan area taman. Pihaknya berencana bekerja sama dengan Kodim 0509 di lahan Lumpur. Di Delta, kawasan industri yang saat ini sedang diratakan tanahnya untuk memudahkan penanaman benih.

"Saya dan Kodim 0509 akan menggarap lahan milik Delta. Pekerjaan perataan tanah saat ini sedang berlangsung. Sehingga nantinya bisa ditanam bibit-bibit untuk generasi muda,” ujarnya.

Program ini merupakan upaya Dinas Pertanian untuk menjaga ketahanan pangan khususnya di wilayah administrasi Bekasi. Meskipun harga beras sedang naik, Abdillah menegaskan produksi beras di Kabupaten Bekasi masih tergolong aman dengan hasil 5-6 ton per hektar sawah.

"Kami yakin masih aman untuk produksi pangan. Karena tahun lalu panennya bisa 500 ribu ton. Dan saat ini kami akan terus mengembangkan produk pertanian seperti jagung, kedelai, palawija dan cabai serta kebutuhan pangan lainnya," ujarnya.

Demi menjaga lahan pertanian, Abdillah mencatat pentingnya penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sebagai aturan. Namun, kepemilikan lahan untuk ditentukan harus jelas bahwa lahan tersebut tidak digunakan untuk tujuan lain selain pertanian. Tujuan dari upaya ini adalah memastikan tersedianya lahan untuk bercocok tanam sehingga produksi pertanian mampu meningkat dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal.

"Untuk menjamin ketahanan pangan, diperlukan pengamanan lahan untuk bercocok tanam. lahan yang disasar. Dengan demikian, kehadiran lahan ini dapat memperlancar produksi hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan,” tutupnya.




source radarbekasi.id

Berita Terkait

No Posts Found