Industri Manufaktur Siap Melonjak, Simak Rekomendasi Saham Unggulan
Manufaktur merupakan bagian penting dari mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Manufaktur merupakan bagian penting dari mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan target pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,80%.Target ini melebihi target tahun 2023 sebesar 4,81%.Target tersebut juga memperhitungkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur dan Indeks Keyakinan Industri (IKI) yang masih dalam fase ekspansi hingga akhir tahun lalu.
Pakar keuangan Ajaib Securitas Ratih Mustikoningsi meyakini akselerasi di bidang manufaktur mencerminkan perekonomian Indonesia yang masih sangat kuat. Sebab, aktivitas di sektor ini cenderung didukung oleh kuatnya perekonomian domestik yang didukung oleh pertumbuhan permintaan yang berkelanjutan. Meski demikian, Ratih mengingatkan bahwa kinerja industri tidak lepas dari dampak kebijakan moneter terkait makroekonomi global dan suku bunga. Ratih menunjukkan bahwa perekonomian global menghadapi banyak tantangan tahun lalu di tengah tingginya suku bunga di berbagai negara.
“Namun optimisme para pengamat ekonomi semakin meningkat setelah adanya tanda-tanda positif potensi penurunan suku bunga The Fed sebesar 75 basis poin pada paruh kedua tahun 2024,” kata Rati di kepada Pers Minggu (21 Januari).
Direktur Riset Fintraco Securitas Vardi Kurniawan juga memperkirakan tahun 2024 akan menjadi tahun yang lebih menguntungkan bagi manufaktur. Vardi menyoroti katalis penting bagi sektor ini selain ekspektasi pelonggaran moneter dari The Fed. Pertama, permintaan di Tiongkok diperkirakan akan pulih karena faktor global. Kedua, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan melebihi 5% pada tahun 2024. Hal ini dapat menjaga kondisi ekspansi manufaktur dalam negeri, terutama pada paruh pertama tahun 2024, sementara permintaan global masih dalam tahap pemulihan.
David Sutyanto, Pengamat Pasar Modal CSA Institute, sependapat bahwa situasi global masih banyak tantangannya dan perlambatan ekonomi masih mungkin terjadi. Oleh karena itu, David menilai emiten yang menyasar pasar dalam negeri lebih berpeluang mengingat target pertumbuhan industri manufaktur. Hati-hati Saat Memilih Saham Lanjut David: Manufaktur erat kaitannya dengan tingkat konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, terdapat keterkaitan dengan sektor barang konsumsi, khususnya emiten yang memiliki aktivitas manufaktur.
Ratih menjawab bahwa target pertumbuhan manufaktur dan implementasi target investasi pemerintah akan menjadi katalis positif. Khusus ditujukan untuk penerbit di sektor manufaktur, pertambangan mineral dan logam serta pendukungnya.
Namun Pak Vardi menegaskan bahwa keadaan indeks manufaktur di zona ekspansi tidak berdampak sama pada semua sektor perekonomian. Situasi ini tercermin dari kinerja sektoral saham-saham dari berbagai rantai industri selama setahun terakhir. Robin Hariyadi, Analis dan Manajer Cabang Main Services Capital Securitas Solo, bahkan memperkirakan kinerja sektor manufaktur tahun lalu masih cenderung lebih lemah dari perkiraan. Hal ini terutama berlaku bagi emiten di sektor industri yang sedang mengalami penurunan.
Berdasarkan sektor, indeks harga saham sektor industri sepanjang tahun 2023 adalah -6,86%. Kinerja harga saham emiten berkapitalisasi besar di sektor industri, seperti PT Astra International Tbk (ASII), juga terpuruk setelah sempat naik hingga pertengahan tahun 2023. Robin mengatakan emiten manufaktur masih menghadapi banyak tantangan tahun ini. Ia mencontohkan tantangan ASII, yakni masuknya kendaraan listrik dari China yang menurutnya kemungkinan akan meningkat di masa depan. Oleh karena itu, Robin pun meyakini ada faktor internal dan eksternal yang akan menentukan arah kinerja emiten manufaktur di tahun 2024.
Khususnya dampak strategi bisnis masing-masing emiten, penurunan suku bunga dasar, dan lingkungan bisnis. “Tergantung seberapa cepat paket stimulus ekonomi dilaksanakan. Tentu kita memerlukan strategi yang efektif agar dampaknya cepat terasa,” kata Robin.
Sebagai strategi investasi, Robin menyarankan pelaku pasar untuk memilih saham-saham yang sensitif terhadap kondisi makroekonomi dan berlanjutnya suku bunga tinggi. Selanjutnya, mari kita lihat prospek bisnisnya. Robin menilai emiten industri kabel sangat menarik mengingat potensi pertumbuhan permintaan. Untuk pemilihan saham, Robin melirik PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO). Robin menilai ASII masih layak dikoleksi karena stoknya masih terkoreksi. Sebagai trading plan, Pak Ratih memberikan rekomendasi untuk membeli saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Adaro.
source investasi.kontan.co.id