Hubungan Industri Pancasila Sebagai Kunci Pembangunan
Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama praktisi HRD menggelar Dialog Interaktif Daerah (Dinda) di aula KH Noer Alie, Kantor Bupati Bekasi Cikarang Pusat.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Acara Dialog Interaktif Daerah Kabupaten Bekasi (Dinda) yang diadakan di Kantor Bupati Kab. Bekasi tepatnya terletak di Ruang KH. Noer Ali Lt.3 dengan tema “Peduli Regulaasi Siap Melayani” Dihadiri sekitar 60 orang pada hari Selasa (27/09) diawali dengan pembukaan Oleh PJ. Bupati Bekasi (Penanggung Jawab), Dr. H. Dani Ramdan, MT.
Dalam sambutannya Dani Ramdan memaparkan programnya yaitu Warung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diprakarsai oleh asosiasi Human Resource Development (HRD) mengapa ada Warung NKRI? Salah satunya adalah untuk mencegah timbulnya paham-paham menyimpang pada pekerja pabrik.
‘’Gunanya Warung NKRI ada untuk tempat kongkow bagi pekerja untuk mencegah ekstrimisme dan mendiskuikan wawasan kebangsaan dan Pancasila“, ujar Dani.
Sambung Dani kembali dalam sambutannya mengapa Warung NKRI didirikan adalah untuk membangkitkan kembali Pancasila dalam hubungan industri. Sebab jika dengan cara Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).
“Dan dimasa jabatan PJ yang kedua ini saat surat resmi belum datangpun Bu Mei menawarkan berbagai usulan dan kebijakan khususnya di bidang sumber daya manusia”, ungkap Dani.
Dalam masa jabatannya yang kedua Dani menyampaikan bahwa dia berfokus pada pembangunan manusia Bekasi itu sendiri yang berbasis 4.0.
“Apalagi melihat keadaan paska pandemi dengan melonjaknya angka pengangguran di tengah banyaknya lowongan kerja di bidang Industri dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) angka pengangguran meningkat sebesar 165.000 orang”, tutur Dani Ramdan.
Sungguh disayangkan bila hal ini terjadi sebab bila pengangguran terus bertambah pasca pandemic maka angka kemiskinan semakin naik berimbas pada kejahatan dan bila kemiskinan dan kejahatan meningkat otomatis stunting pada anak semakin meningkat meskipun Bekasi bukan yang paling tinggi.
Dani menambahkan, penyebab pengangguran meningkat di Bekasi adalah oversupply dimana pelamar banyak tetapi penerimaan sedikit, gap kompetensi dan syarat umur dll.
amat disayangkan pengangguran di bekasi itu sendiri berasal dari lulusan sekolah menengah kejurua (smk) padahal smk itu sendiri diprogram selama 3 tahun untuk siap terjun ke dunia industri.
“Solusi dari pengangguran ini adalah dengan Pendidikan dan pelatihan agar terjadi link and match”, tutup Dani. (dmr)