Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

DPK APINDO Kabupaten Bekasi Gelar Raker, Perkuat Fondasi Organisasi Hadapi Tantangan Global

Hallo Pabrikers, Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Rapat Kerja (Raker) di EL Hotel, Bandung, Jumat-Sabtu (8-9/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan sinergi antarbidang dalam menghadapi tantangan dunia industri dan ketidakpastian ekonomi global.

Mei 08 2026, 17:35

Bekasi 

Hallo Pabrikers, Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Rapat Kerja (Raker) di EL Hotel, Bandung, Jumat-Sabtu (8-9/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan sinergi antarbidang dalam menghadapi tantangan dunia industri dan ketidakpastian ekonomi global. Adapun tema Raker tahun ini adalah Memperkokoh Fondasi Organisasi Yang Kreatif Produktif dan Inovatif Dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Masa Depan.

Raker dihadiri jajaran pengurus dari berbagai bidang di lingkungan DPK APINDO Kabupaten Bekasi. Hadir pula Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi M. Yusuf Wibisono, para pembina APINDO yakni Sutomo, Tommy Satritomo, dan Giri Yasa, serta sejumlah pengurus dan anggota Organisasi.  Adapun ketua DPP APINDO Jawa Barat Ning Wahyu Astutik hadir melalui teleconference.

Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi, M. Yusuf Wibisono,  mengatakan penguatan pondasi organisasi APINDO juga menjadi hal penting di tengah tantangan global maupun persoalan internal dunia usaha. Ia menegaskan soliditas antar pengusaha harus terus dijaga agar organisasi mampu menghadirkan solusi dan kontribusi nyata bagi dunia industri.

“Soliditas antar pengusaha harus tetap terjaga. Bagaimana kita bisa terus maju dan menjaga keberlangsungan usaha, salah satunya dengan memperbanyak dialog, membahas berbagai persoalan, sekaligus menghadirkan solusi dan sinergi bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tujuh bidang yang telah dibentuk dalam struktur organisasi APINDO Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menjalankan program kerja secara nyata dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi.

“Kita sudah memiliki tujuh bidang. Perencanaan kinerja harus benar-benar direalisasikan agar bisa memberikan kontribusi nyata dan saling mendukung satu sama lain,” jelas Yusuf.

 Manyoal geopolitik global saat ini, menurut Yusuf turut memberikan dampak terhadap dunia usaha dan industri, termasuk persoalan distribusi material serta efisiensi perusahaan.

“Kami berharap seluruh pengusaha dapat semakin memperkuat pondasi usaha agar lebih produktif, inovatif, dan kreatif. Kondisi geopolitik dunia tentu berdampak terhadap industri, termasuk bagaimana material menjadi lebih sulit didapatkan dan efisiensi harus dilakukan,” ujar Yusuf.

Meski demikian, ia menilai langkah efisiensi tetap harus mempertimbangkan keberlangsungan produksi serta dampaknya terhadap pekerja dan ekosistem industri secara keseluruhan.

“Efisiensi memang menjadi langkah yang tidak bisa dihindari, tetapi perusahaan tetap harus memikirkan dampaknya dari kondisi geopolitik yang terjadi saat ini,” katanya.

Menurut Yusuf, Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga menyampaikan pesan terkait momentum Hari Buruh atau May Day. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah sebagai salah satu kunci pertumbuhan ekonomi.

“Hubungan industrial yang baik adalah kunci kesuksesan ekonomi. Karena itu seluruh stakeholder, baik pekerja, pemerintah, maupun pengusaha harus bersama-sama menjaga kondusivitas. Isu global hari ini bukan hanya menjadi pekerjaan rumah pengusaha saja, tetapi harus diselesaikan bersama,” tandasnya.

Perkuat K3

Sementara itu, Pembina APINDO Kabupaten Bekasi, Sutomo, menegaskan pentingnya peningkatan kampanye Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan industri Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, APINDO Kabupaten Bekasi selama ini menjadi salah satu barometer nasional bagi organisasi APINDO di berbagai daerah sehingga kualitas organisasi dan dunia industri harus terus ditingkatkan.

“APINDO Kabupaten Bekasi harus terus menggalakkan kampanye K3 karena ini sangat penting bagi dunia industri dan harus terus ditingkatkan,” ujar Sutomo.

Ia mengaku dalam berbagai pertemuan dengan APINDO dari daerah lain, Kabupaten Bekasi kerap dijadikan rujukan karena dinilai memiliki perkembangan organisasi dan kawasan industri yang maju.

“Saya sering bertemu dengan APINDO dari daerah lain, dan Kabupaten Bekasi ini sering dijadikan rujukan. Karena itu kita harus terus meningkatkan kualitas organisasi, kekompakan, dan kontribusi terhadap dunia industri,” katanya.

Selain sesi presentasi bidang dan diskusi organisasi, kegiatan Raker juga diisi dengan coffee break, ice breaking, doorprize, hingga gala dinner guna mempererat hubungan antar pengurus dan peserta yang hadir.

Kegiatan Raker dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu pagi dengan agenda jalan pagi bersama sebagai penutup rangkaian acara.

Melalui kegiatan ini, APINDO Kabupaten Bekasi diharapkan semakin solid dalam mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis serta mendorong pertumbuhan dunia usaha dan investasi di Kabupaten Bekasi. (*)

Berita Terkait

No Posts Found