Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Bekasi Luncurkan Hotline untuk Atasi Penipuan Lowongan Kerja Palsu

Hallo Pabrikers, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi meluncurkan langkah proaktif untuk menangani maraknya kasus penipuan lowongan kerja (loker) bodong yang belakangan ini mengkhawatirkan masyarakat. Dalam upaya mengurangi jumlah korban penipuan ini, Pemkab Bekasi akan segera membuka hotline pengaduan loker bodong yang akan diumumkan kepada publik.

Agu 12 2024, 11:45

Cikarang,-

Hallo Pabrikers, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi meluncurkan langkah proaktif untuk menangani maraknya kasus penipuan lowongan kerja (loker) bodong yang belakangan ini mengkhawatirkan masyarakat. Dalam upaya mengurangi jumlah korban penipuan ini, Pemkab Bekasi akan segera membuka hotline pengaduan loker bodong yang akan diumumkan kepada publik.

Langkah ini diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, dalam acara Ngopi Bareng Komunitas (Ngobak) bersama Komunitas HRD bertajuk “Cari Kerja Lewat Info Loker Bodong, Jangan ya Dek yaa” di Cikarang Pusat, Minggu (11/8). Dani menegaskan bahwa loker bodong sangat merugikan pencari kerja dan menjadi isu yang perlu segera ditangani.

“Loker bodong ini merugikan banyak orang, dan untuk mengatasi masalah ini, kami akan membuka hotline pengaduan yang akan dioperasikan setiap minggu,” jelas Dani. Hotline tersebut diharapkan bisa memberikan informasi yang jelas mengenai loker bodong dan membantu masyarakat untuk tidak terjebak dalam penipuan.

Dani Ramdan mengungkapkan, jumlah pencari kerja di Kabupaten Bekasi cukup tinggi, sementara lowongan kerja yang tersedia tidak seimbang dengan angkatan kerja. Berdasarkan data, angka pengangguran mencapai 206.839 jiwa pada 2023, sedangkan lowongan kerja hanya berkisar antara 50 ribu hingga 56 ribu setiap tahunnya.

“Ketidakseimbangan ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Selain itu, pelaku usaha juga berperan penting dalam menciptakan peluang kerja, termasuk di sektor-sektor seperti katering, keamanan, dan kontrakan,” kata Dani. Ia juga menekankan pentingnya mengubah paradigma masyarakat yang hanya memandang pekerjaan di sektor pabrik.

Ketua Forum HRD Kabupaten Bekasi, RR Melani Aseaningrum, mendukung inisiatif pemerintah dan menambahkan bahwa pihaknya pernah menangani kasus loker bodong yang melibatkan permintaan uang sebagai syarat untuk diterima kerja. Melani menegaskan bahwa permintaan uang dalam proses perekrutan kerja adalah bentuk penipuan.

“Di perusahaan kami, tidak ada kebijakan meminta uang untuk masuk kerja. Apabila ada yang meminta bayaran, itu sudah jelas merupakan penipuan,” ungkap Melani. Ia juga mengingatkan bahwa perusahaan memiliki kebijakan masing-masing, dan penting untuk memastikan kompetensi calon tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri.

Melani juga menyarankan agar sekolah-sekolah memanfaatkan peluang di wilayah industri untuk melatih calon tenaga kerja agar sesuai dengan spesifikasi kerja yang dibutuhkan. “Kami akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk mencari calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tutupnya.

Dengan adanya hotline pengaduan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Bekasi dapat lebih waspada dan tidak mudah terjebak dalam penipuan loker bodong yang kian marak. (*)




Source : radarbekasi.com

Berita Terkait

No Posts Found