Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

APINDO Kabupaten Bekasi Gelar Training QCC Fasilitator, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kualitas Produksi

Hallo Pabrikers, DPK APINDO Kabupaten Bekasi menggelar Training Quality Control Circle (QCC) Fasilitator di PT Mandom Indonesia Tbk, Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).

Nov 17 2025, 15:40

Cikarang,- 

Hallo Pabrikers, DPK APINDO Kabupaten Bekasi menggelar Training Quality Control Circle (QCC) Fasilitator di PT Mandom Indonesia Tbk, Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 30 peserta dari berbagai perusahaan dan departemen, mulai dari Quality, Processing Control, Material Control hingga HRD. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi karyawan sekaligus meningkatkan kualitas produksi di industri Bekasi dan Cikarang.

Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi, M. Yusuf Wibisono, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan APINDO yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil kerja.

“Ini bentuk konsen kami untuk memberikan manfaat kepada seluruh anggota. Pelatihan QCC bertujuan agar peserta dapat menghasilkan improvement yang berdampak pada produktivitas perusahaan, sekaligus meningkatkan kualitas produksi yang dihasilkan,” ujarnya.

Yusuf juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas departemen dalam implementasi QCC. Ia menegaskan bahwa keberhasilan QCC sangat menentukan keberlangsungan perusahaan di tengah meningkatnya standar pelanggan setiap tahun. 

“Peserta berasal dari berbagai departemen, dan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk bersinergi. Walaupun perusahaan sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9001, itu bukan jaminan kualitas. Rohnya justru ada di tim QCC sebagai cikal bakal peningkatan mutu produksi,” jelasnya.

Harapan Yusuf, bahwa QCC bukan sekadar kegiatan pelatihan dua hari, tetapi harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten agar hasilnya benar-benar terlihat dan memberikan dampak jangka panjang bagi produktivitas maupun kualitas perusahaan. 

"Kami berharap peserta tidak hanya paham teori, tapi mampu menerapkannya. Dengan begitu peningkatan kualitas dan produktivitas menjadi nyata. Inilah langkah penting agar perusahaan mampu terus berkembang mengikuti standar pelanggan yang meningkat setiap tahun,” ujarnya.

Narasumber utama, Eko Pudji Putranto, menjelaskan bahwa materi pelatihan mencakup penentuan aktivitas, identifikasi akar penyebab, penentuan alternatif solusi, perencanaan perbaikan, pelaksanaan perbaikan, evaluasi hasil, hingga standarisasi dan sustainability improvement.

“Materinya sama seperti sesi online, tetapi hari ini lebih banyak latihan praktik melalui role play. Peserta langsung mempraktikkan setiap langkah, mulai dari identifikasi masalah hingga perencanaan perbaikan,” jelasnya.

Eko juga menegaskan pentingnya konsistensi dalam penerapan QCC di perusahaan. 

“QCC adalah cara agar karyawan bisa berkontribusi dalam meningkatkan kompetensinya. Dari situ performa perusahaan meningkat. Ini wajib dilakukan jika perusahaan ingin berkembang dan mengikuti standar pelanggan yang terus berubah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa manfaat QCC lebih besar dirasakan oleh individu sebelum berdampak pada perusahaan. 

“Sekitar 70% manfaat QCC berfokus pada pengembangan pribadi peserta, sedangkan 30% berdampak langsung pada perusahaan. Peserta dilatih berpikir prioritas, bekerja dalam tim, berkomunikasi, dan melakukan presentasi. Hasil akhirnya adalah leadership yang meningkat dan kerja tim yang lebih solid,” kata Eko.

Di akhir sesi, Eko berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan teori dan praktik QCC secara nyata di industrinya masing-masing.

“QCC itu universal, bisa diterapkan dari industri kecil sampai besar. Yang penting adalah menjalankan siklus PDCA plan, do, check, action. Harapannya peserta dapat menyerap materi dan menerapkannya agar kualitas kerja dan perusahaan ikut meningkat,” ungkapnya.

Training QCC ini menjadi salah satu langkah strategis APINDO Kabupaten Bekasi dalam mendukung penguatan kapabilitas SDM perusahaan, sehingga pelaku industri di wilayah Bekasi dan Cikarang dapat bersaing, berinovasi, dan memenuhi standar kualitas di tengah dinamika kebutuhan pasar yang terus berkembang. (js)

Berita Terkait

No Posts Found