Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Rakernas Dihadiri Menteri Ketenagakerjaan, ASPHRI Dorong Terbentuknya Pentapartit

Hallo Pabrikers, komitmen membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan kolaboratif kembali diperkuat oleh Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPRHI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kedua yang digelar di Java Palace Hotel, Jababeka, Kabupaten Bekasi, Sabtu (28/06/2025).

Jun 28 2025, 23:55

Bekasi, 

Hallo Pabrikers, komitmen membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan kolaboratif kembali diperkuat oleh Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPRHI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kedua yang digelar di Java Palace Hotel, Jababeka, Kabupaten Bekasi, Sabtu (28/06/2025). Rakernas ini dihadiri langsung Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli bersama para perwakilan pengusaha, serikat pekerja, akademisi, dan jajaran pengurus ASPRHI dari berbagai daerah. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam 17 tahun ASPRHI berdiri, Menteri Ketenagakerjaan hadir langsung dalam forum organisasi.

Yassierli selama 20 menit memberikan pemaparan menyoroti tren positif penurunan tingkat pengangguran berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Namun ia juga mengingatkan tantangan baru akan datang pada Agustus 2025 seiring lulusan SMA/SMK memasuki pasar kerja. "Ini tantangan lintas sektor, bukan hanya Kementerian Ketenagakerjaan. Tapi juga harus terintegrasi dengan program gizi gratis, koperasi, ketahanan pangan, dan sektor lainnya,” ujar Menaker.

Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya peran trend sertifikasi profesi dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Menurutnya, tren dunia kerja saat ini lebih mengapresiasi pengalaman lapangan dibandingkan sekadar portofolio.

“Sertifikasi profesi jangan sampai kalah saing dengan program pemagangan. Sekarang trennya adalah pengalaman langsung di lapangan. Perusahaan lebih percaya pada yang sudah praktik, bukan sekadar lulus portofolio,” tegas Yassierli.

Rakernas Kedua ASPRHI tahun ini menjadi bukti konkret bahwa forum HR bukan hanya berbicara konsep, namun menjadi ruang nyata untuk solusi dan sinergi lintas pemangku kepentingan.

Ketua Umum ASPRHI, Yosminaldi, menjelaskan bahwa Rakernas digelar rutin dua kali dalam setahun. Tujuannya adalah mengevaluasi pelaksanaan program dari enam bidang kerja yang dimiliki ASPRHI dan merumuskan strategi lanjutan ke depan."Kami punya sistem evaluasi yang independen. Setiap bidang harus memaparkan laporan program kerja dan realisasinya. Nanti akan dinilai mana yang mencapai standar, dan mana yang perlu perbaikan. Bahkan akan ada sistem penghargaan untuk bidang yang berkinerja baik," jelas Yosminaldi.

Selain evaluasi, Rakernas juga menjadi ajang presentasi program kerja semester kedua. Agenda ini, menurut Yosminaldi, penting untuk memastikan organisasi tidak sekadar besar dalam struktur, tetapi juga aktif dan konkret dalam aksi.“Banyak organisasi yang besar hanya di nama, tapi kami ingin ASPRHI punya budaya kerja yang aktif dan terukur,” tambahnya.

Dalam forum ini, ASPRHI juga mengusulkan pendekatan baru dalam ekosistem ketenagakerjaan, yaitu konsep Pentapartit, yang memperluas kerangka kerja sama dari tripartit menjadi lima unsur: pemerintah, pengusaha, pekerja, praktisi HRD, dan akademisi. 

"Tripartit saja tidak cukup. Pemerintah punya batasan regulasi, pengusaha punya target efisiensi, pekerja punya harapan. Kita butuh pendekatan yang lebih kolaboratif untuk mencari jalan tengah dengan melibatkan unsur akademisi dan praktisi sebagai pengawas dan pendamping," ujar Yosminaldi.

Terkait dengan isu krusial Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), ASPRHI menegaskan bahwa PHK harus menjadi opsi terakhir. Yosminaldi berharap setiap pelaku usaha tetap mengedepankan solusi win-win dan menjunjung tinggi hak karyawan jika PHK tak terhindarkan. Ia juga mendorong agar pemerintah terus membuka keran investasi demi memperluas kesempatan kerja. (*)

Berita Terkait

No Posts Found