Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Perkuat Sinergi, BPOM Lakukan Monev di Pabrik Nestlé Karawang

Hallo pabrikers, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., bersama jajaran, melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) ke Pabrik Nestlé di Karawang, Jawa Barat(4/8).

Agu 09 2025, 08:50

Karawang,-

Hallo pabrikers, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., bersama jajaran, melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) ke Pabrik Nestlé di Karawang, Jawa Barat(4/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BPOM dan Nestlé Indonesia dalam pengawasan keamanan pangan, pengembangan inovasi gizi, serta penerapan standar mutu dan praktik laboratorium yang baik, yang diharapkan menjadi acuan sistem regulasi nasional.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas produk olahan serta menjaga kepercayaan konsumen terhadap industri pangan nasional. Delegasi BPOM juga mendapatkan pemaparan menyeluruh tentang sistem operasional dan manajemen mutu di Pabrik Nestlé Karawang, yang merupakan salah satu fasilitas produksi terbesar perusahaan di Indonesia.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa monev ini merupakan mandat lembaganya sebagai otoritas pengawasan obat dan makanan.“Kami tidak hanya melakukan supervisi, tetapi juga memiliki kewenangan memastikan keamanan, nilai gizi, dan kualitas produk sebelum dan sesudah beredar,” ujarnya.

Pabrik Nestlé Karawang memproduksi berbagai produk unggulan seperti susu bubuk, susu cair UHT, dan makanan pendamping ASI, yang dipasarkan di dalam negeri maupun diekspor. Taruna mengapresiasi keterbukaan dan komitmen Nestlé dalam menjunjung tinggi prinsip keamanan serta mutu pangan.

“Nestlé adalah perusahaan multinasional dengan sistem manufaktur yang sangat baik. Kami ingin melihat langsung kepatuhan proses produksi terhadap regulasi, dan berharap Nestlé semakin berperan sebagai Orang Tua Angkat (OTA) untuk mendorong daya saing UMKM pangan olahan,” tambahnya.

Selain meninjau area produksi, BPOM juga melakukan evaluasi terhadap tiga aspek utama: penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), kepatuhan terhadap regulasi produksi pangan, dan pelaksanaan manajemen risiko perusahaan. Tujuannya, memastikan seluruh proses telah selaras dengan prinsip keamanan pangan dan tata kelola industri yang bertanggung jawab.

Direktur Corporate Affairs & Sustainability Nestlé Indonesia, Sufintri Rahayu, menyambut baik kunjungan BPOM ini sebagai langkah strategis mempererat komunikasi dengan regulator.“Kerja sama terbuka dan konstruktif dengan regulator adalah fondasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Kami berkomitmen menghasilkan produk yang lezat, bergizi, aman, dan memenuhi standar nasional maupun internasional,” ungkapnya. (*)




source: tribunnews

Berita Terkait

No Posts Found