Penerbangan Gemilang Baja Bekasi ke Kanada dengan Transaksi 31 Miliar
Hallo Pabrikers, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri logam dasar merupakan salah satu subsektor manufaktur yang tetap berkinerja baik meski terjadi perlambatan perekonomian global.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri logam dasar merupakan salah satu subsektor manufaktur yang tetap berkinerja baik meski terjadi perlambatan perekonomian global. Di sisi lain, produsen dalam negeri semakin percaya diri  memperluas pasar ekspor dalam skala global.
Dodi Lahadi, Pakar Lingkungan Usaha dan Investasi Kementerian Perindustrian, mengatakan: ``Selanjutnya, industri logam dasar dianggap sebagai induk dari industri yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional, '' kata dalam sebuah pernyataan Selasa. (2024/01/16).Â
Pada triwulan III tahun 2023, industri logam dasar mengalami pertumbuhan dua digit sebesar 10,86% (YoY). Capaian tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,94% dan laju pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,02%.Â
âPertumbuhan industri pengolahan nonmigas khususnya sektor logam dasar didukung oleh tingginya permintaan, dan kuatnya kinerja sektor industri logam dasar  didukung oleh meningkatnya permintaan pasar khususnya ekspor,â jelas Dodi.
Dodi menambahkan, Kemenperin sangat mengapresiasi upaya GRP yang gencar melakukan penetrasi pasar ekspor. Perusahaan berencana mengekspor 1.500 metrik ton (MT) baja struktural ke Kanada pada awal tahun 2024, senilai sekitar USD 2 juta atau sekitar Rp 31 miliar (kurs Rs 15.500). "Pada bulan Maret 2022, GRP mengekspor baja struktural senilai 700 ton atau senilai $1 juta ke Arizona, AS.Â
Sebelumnya, GRP mengekspor total 4,600 ton ke Vancouver, Kanada untuk pertama kalinya pada bulan September 2020 atau mengekspor $4,7 juta baja struktural senilai yang saat itu berada di kisaran pertengahan $1 akibat krisis  pandemi COVID-19,â kata Dodi.
Sementara itu, GRP mencatat keberhasilan ekspor sebesar $25 juta pada tahun 2023. Ia yakin hal ini menunjukkan  kualitas produk baja dalam negeri bisa diakui di kancah dunia dan menembus pasar internasional. Pada kesempatan yang sama, Presiden dan Direktur GRP Fedaus menyatakan bahwa produk baja struktural yang diekspor harus mendukung pembangunan proyek Jembatan Yukon  di Kanada.Â
âPeringkat tahan cuaca berarti produk ini mengandung tambahan nikel untuk ketahanan terhadap korosi, menjadikannya pilihan ideal untuk konstruksi jembatan dalam kondisi cuaca ekstrem,â jelasnya.
source finance.detik.com