Mengenal Unsada, Kampus Dengan Founder Para Alumni Jepang
Universitas Darma Persada berdiri pada tahun 1986 di Jakarta, awal mulanya kampus Universitas Darma Persada ini didirikan oleh para alumni dari Jepang yaitu orang-orang yang belajar di Jepang. Alumni ini merupakan pemuda Indonesia yang berangkat sebelum masa perang pasifik 1945
Jakarta,-
Halo Pabrikers, Universitas Darma Persada berdiri pada tahun 1986 di Jakarta, awal mulanya kampus Universitas Darma Persada ini didirikan oleh para alumni dari Jepang yaitu orang-orang yang belajar di Jepang. Alumni ini merupakan pemuda Indonesia yang berangkat sebelum masa perang pasifik 1945 yaitu pada masa sebelum perang dunia yaitu sekitar tahun 1930. Kurang lebih sekitar 30 mahasiswa yang berangkat ke Jepang setelah itu ada juga pemuda Indonesia berangkat setelah 1945 perdamaian Indonesia merdeka.
Mereka mereka ini satu rombongan mahasiswa yang berangkat disebut dengan nama Pampasan. Pada saat terjadi perang, Indonesia merdeka ketika saat itu dijajah oleh Jepang akhirnya Jepang memberikan biaya kepada para mahasiswa Pampasan untuk negara Indonesia.
Setelah mereka kembali ke Indonesia tahun 1963 mereka mendirikan wadah alumni Jepang, namanya "Perhimpunan Alumni dari Jepang". Di dalam perjalanannya, tentunya kegiatan dari para wadah alumni Jepang silahturahmi mengenang dari masa belajar mereka para senior terdahului pengalaman setelah mereka kembali ke Indonesia.
Dalam perjalanan sepertinya mereka terhentak hatinya karena mereka karena mereka mendapatkan sebagian besar yang pemuda Indonesia berangkat itu biaya pemerintah dari Indonesia baik itu pada saat masa perang maupun setelah masa perang.
Tergabungnya dari tentara pelajar yang ikut bergerilya untuk memerdekakan Indonesia, mereka merasa berhutang budi setelah kembali ke Indonesia mereka memiliki ide harus berbuat sesuatu dalam perjalanan wadah perhimpunan alumni Jepang ini.
Pada Tahun 1986 ini berkumpulah mereka tergolong dari yang berangkat tahun 1930, tahun 1945, setelah itu 1950, dan 1960.
Hidekie Amangku Founder Of Darma Persada University mengatakan para alumni belajar di Jepang berkumpul di gedung Jalan Wahid Hasyim tahun 1986.
"Mereka bersepakat untuk ingin membangun monumen hidup untuk memberikan sumbangsihnya karena mereka mendapatkan beasiswa berasal dari pemerintah Indonesia monumen hidup itulah terwujudnya Universitas Darma Persada," ujarnya.
Mereka mendapatkan pendidikan yang tinggi, sementara Indonesia rakyat Indonesia waktu itu menderita pendidikan kita juga belum terlalu tinggi masih dikatakan sangat-sangat masih dalam tahap menderita. Nah untuk memajukan bangsa ini tentu pendidikan harus menjadi tulang punggung oleh karena itu Hidekie Amangku menuturkan Universitas Darma Persada berdiri dengan visi misi diantaranya :
1. Ingin mencerdaskan bangsa
2. Alumni mahasiswa tersebut memberikan kontribusi kepada bangsa
3. Dan juga menjadi jembatan antara hubungan Indonesia dengan Jepang
Dalam visi misi tersebut, karena Indonesia memiliki dan dikelilingi banyak pulau dan laut yang tercatat dalam bps.go.id tahun 2021, pemerintah mencatat jumlah pulau di Indonesia hingga 2021 menjadi 17.000. Maka Universitas Darma Persada diperlukan juga fakultas kelautan begitu kayanya dengan laut dan juga dicanangkan oleh Presiden Jokowi tol laut.
Pada tahun 1986 UNSADA sudah memikirkan ke sana setelah itu perlu dibangun juga untuk bahasa, bahasa ini adalah modal kita akan bekerjasama kalau seandainya kita tidak memiliki kemampuan bahasa baik itu bahasa Inggris.
Terutama kita sebagai alumni dari Jepang menginginkan kerjasama hubungan Indonesia Jepang lebih erat.
Tentunya bahasa Jepang di kampus UNaSADA menjadi ikon tegas Hidekie Amangku.
Setelah itu informatika, tahun 1986 ini belum semua masuk digitalisasi tetapi dunia sudah memikirkan merencanakan ke arah sana tentunya perlu fakultas tersebut untuk agar masyarakat ini menuju ke era digitalisasi. Karena merupakan universitas swasta mendapatkan kesempatan untuk membuka prodi bahasa Cina yang pada saat itu seluruh universitas yang diperbolehkan hanya negeri swasta tidak diperbolehkan pada waktu itu membuka prodi bahasa Cina nah di dalam perjalanan 1986 sampai saat ini.
Mendirikan pendirian pada UNSADA kita tidak dibantu oleh siapapun tetapi dari uang pribadi dari pajak alumni Jepang senior-senior memberikan kontribusinya untuk membangun UNSADA. Dan kampus awalnya ada di lokasi di belakang polisi daerah Jakarta kantor komdak. Pada tahun 1994 pindah ke lokasi Jl. Taman Malaka Selatan, RT.8/RW.6, Pd. Klp., Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13450.
Mantan perdana menteri Yasuo Fukuda pada saat itu membangun konsorsium 11 universitas yang terdiri dari universitas swasta dan negeri. Salah satu universitas negeri yang paling top di situ adalah Universitas Hiroshima dengan tujuan membantu skill up dosen-dosen dengan 3 poin diantaranya :
1. Meningkatkan kemampuan mengajar bahasa Jepang
2. Tata kelola Universitas Darma Persada
3. Dan membangun Ruang baca buku Jepang untuk di prodi bahasa Jepang
Menurut Hidekie Amangkur dan sampai saat ini program-program bantuan dari pada Universitas Hiroshima sudah berjalan sampai dengan 5 tahun. Beberapa program yaitu bantuan daripada tutorial , presentasi , penelitian , bersama dengan Universitas Hiroshima.
Program tersebut menjadi salah satu bagian dari UNSADA karena visi misi jangka panjang jangka menengah jangka pendek itu adalah membuat UNSADA.
Sekarang ini, dalam perjalanan ini tentunya pemerintah Jepang banyak menaruh perhatian kepada UNSADA terhadap perkembangan dunia pendidikan Indonesia. Oleh karena itu pemerintah Jepang banyak memberikan bantuan seperti program-program mahasiswa dengan nama program Genesis yang dibuat oleh pemerintah Jepang supaya pemuda-pemuda Indonesia bisa melihat Jepang yang nantinya mudah-mudahan pemuda-pemuda yang berangkat dalam program ini bisa tertarik untuk melanjutkan studinya di Jepang. (adz)