Investasi Baru di Kendal, Pabrik Furnitur KUKA Siap Serap Ribuan Tenaga Kerja
Hallo Pabrikers, geliat investasi manufaktur di kawasan industri kembali menunjukkan tren positif. Kali ini, sektor furnitur global mulai memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui pembangunan pabrik baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Perusahaan furnitur global, PT Kuka Furniture Industry Indonesia, resmi memulai pembangunan fasilitas produksinya melalui seremoni groundbreaking. Investasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi ekspor ke pasar internasional.
Kendal,-
Hallo Pabrikers, geliat investasi manufaktur di kawasan industri kembali menunjukkan tren positif. Kali ini, sektor furnitur global mulai memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui pembangunan pabrik baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah.
Perusahaan furnitur global, PT Kuka Furniture Industry Indonesia, resmi memulai pembangunan fasilitas produksinya melalui seremoni groundbreaking. Investasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi ekspor ke pasar internasional.
Direktur PT Kuka Furniture Industry Indonesia, Wu Bin, menyampaikan bahwa total investasi proyek ini mencapai sekitar USD 160 juta yang akan direalisasikan dalam dua tahap. Tahap pertama senilai USD 100 juta difokuskan di KEK Kendal, sementara tahap berikutnya sebesar USD 60 juta akan dikembangkan seiring ekspansi produksi.
Dalam rencana operasionalnya, pabrik ini ditargetkan mampu menghasilkan hingga 25.000 kontainer furnitur per tahun saat seluruh tahap pembangunan selesai. Pada fase awal, kapasitas produksi diproyeksikan mencapai sekitar 15.000 kontainer per tahun dengan fokus utama pasar ekspor.
Selain meningkatkan kinerja ekspor nasional, investasi ini juga membawa dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan mampu menyerap hingga 9.000 tenaga kerja, dengan sekitar 6.000 tenaga kerja direkrut pada tahap awal operasional.
Kehadiran industri furnitur skala global ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekosistem industri pendukung, termasuk rantai pasok bahan baku, logistik, hingga sektor UMKM terkait.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menilai masuknya investasi ini semakin memperkuat posisi KEK Kendal sebagai salah satu destinasi utama industri manufaktur berorientasi ekspor di Indonesia.
“Investasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem industri, khususnya sektor furnitur yang memiliki potensi ekspor besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, KEK Kendal menawarkan berbagai insentif untuk mendukung daya saing investasi, mulai dari fasilitas fiskal seperti tax holiday, pembebasan PPN, hingga kemudahan bea masuk.
Jurnalkawasan.com mencatat, masuknya pemain global di sektor furnitur ini menjadi sinyal positif bagi industri manufaktur nasional, khususnya dalam memperluas peluang kerja dan meningkatkan kontribusi ekspor non-migas.
Dengan kapasitas produksi besar dan orientasi pasar global, proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu hub manufaktur furnitur di kawasan Asia.