Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Gerakan Pendidikan Pengusaha 1.000, Menuju Kualitas SDM Unggul

Hallo Pabrikers, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menilai gerakan 1.000 guru wirausaha yang diinisiasi APINDO merupakan kontribusi nyata wirausaha dalam penyiapan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya yang memasuki pasar kerja.

Feb 01 2024, 07:30

Cikarang,-

Hallo Pabrikers, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menilai gerakan 1.000 guru wirausaha yang diinisiasi APINDO merupakan kontribusi nyata wirausaha dalam penyiapan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya yang memasuki pasar kerja.

“Atas nama pemerintah, kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya, terima kasih dan terima kasih kepada seluruh pengusaha yang terlibat dalam program ini dan APINDO, serta kepada semua pihak yang peduli terhadap kualitas sumber daya manusia angkatan kerja,”; kata Menteri Tenaga Kerja dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Pada acara Education Entrepreneur Kick Off 2024 di SMK Mitra Industri MM2100 di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Menaker menyampaikan masih banyak permasalahan terkait kualitas sumber daya manusia atau tenaga kerja, misalnya kualitas sumber daya manusia atau kualitas tenaga kerja. pada sisi supply yaitu melalui pendidikan diketahui tidak adanya lapangan kerja.

“Masalah keterhubungan dan kecocokan dapat dikatakan sebagai permasalahan klasik yang selalu hadir dalam dinamika ketenagakerjaan,”; dia berkata.

Jika dicermati lebih dalam, ia menambahkan, persoalan keterkaitan dan kesesuaian tidak bisa dilihat hanya pada kualitas lulusan lembaga pendidikan saja, namun harus dilakukan analisis yang lebih komprehensif. Menurut dia, belum meratanya mutu pendidikan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jumlah dan kompetensi guru, pengawas dan pelatih, sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta kondisi geografis. dapat menghambat akses seseorang terhadap pendidikan atau pendidikan yang berkualitas.

“Faktor-faktor tersebut pada akhirnya menimbulkan ketidaksesuaian atau tidak adanya keterkaitan dan kesesuaian antara harapan lulusan dengan pengusaha, sedangkan akibat dari ketidaksesuaian tersebut adalah pengangguran,”; dia berkata.

Oleh karena itu, ia berharap melalui gerakan 1.000 guru wirausaha ini, keterhubungan dan koordinasi dapat semakin dipercepat dan ditingkatkan.

“Gerakan mengajar kewirausahaan ini merupakan salah satu cara untuk meminimalisir ketidaksesuaian karena wirausaha mengetahui kebutuhannya. Memberikan pemahaman kepada guru, guru, dan mungkin langsung kepada siswa, sehingga benar-benar terjadi keterhubungan dan kecocokan,” ujarnya.




source antaranews.com

Berita Terkait

No Posts Found