Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Anak Bangsa Bangun Raksasa Digital: DCI Resmikan JK6 di Cikarang

Hallo Pabrikers, PT DCI Indonesia Tbk, perusahaan pusat data karya anak bangsa, meresmikan fasilitas terbaru bernama JK6, yang berlokasi di Kampus DCI H1 Cibitung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (3/6/2025).

Jun 05 2025, 14:00

Cikarang,-


Hallo Pabrikers, PT DCI Indonesia Tbk, perusahaan pusat data karya anak bangsa, meresmikan fasilitas terbaru bernama JK6, yang berlokasi di Kampus DCI H1 Cibitung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (3/6/2025). Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. 

JK6 merupakan gedung pusat data kedelapan milik DCI dan memiliki kapasitas 36 megawatt, menjadikannya sebagai fasilitas pusat data terbesar di Indonesia saat ini. Dengan penambahan ini, DCI kini memiliki total kapasitas terpasang sebesar 119 megawatt secara nasional. Founder dan CEO PT DCI Indonesia Tbk, Toto Sugiri mengatakan JK6 memiliki kapasitas 36 megawatt.

“Gedung pusat data yang baru ini juga memperkuat posisi DCI sebagai pemimpin pasar pusat data nasional, dengan total kapasitas terpasang sebesar 119 Megawatt—terbesar di Indonesia,” kata Toto saat meresmikan JK6, Selasa (3/6/2025).

CEO DCI Indonesia, Toto Sugiri, menyatakan bahwa keberadaan JK6 menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembangunan infrastruktur digital yang mumpuni. Menurutnya, pusat data berstandar global menjadi elemen penting dalam pengolahan data masif, terutama di era kecerdasan buatan yang membutuhkan daya komputasi tinggi dan kedaulatan data.

Tanpa pusat data berdaya tinggi dan berstandar global, mustahil memproses, menyimpan, dan menganalisis data dalam skala masif untuk memberikan nilai tambah bagi bisnis, pemerintah, dan masyarakat terutama di era AI yang menuntut komputasi tinggi sekaligus kedaulatan data nasional.

“JK6 merupakan pusat data terbesar di Indonesia saat ini dan AI-ready untuk mendukung komputasi tinggi melalui teknologi liquid cooling, JK6 dibangun dengan standar global dan sudah beroperasi untuk melayani salah satu penyedia layanan cloud global,” jelasnya.

Toto menuturkan KK6 membawa dampak nyata bagi negeri dengan tiga juta manhours dan delapan ribu tenaga kerja serta kontraktor yang 100 persen lokal. 

Hal itu membuktikan kalau DCI mendukung perkembangan kompetensi SDM lokal dalam industri pusat data Indonesia, diantaranya dari bidang teknik sipil, mekanik, dan listrik.

“Kami membuktikan bahwa anak bangsa mampu memimpin industri dengan berbagai pemain internasional, pusat data kami dikembangkan dengan 100 persen keahlian lokal, namun memenuhi ekspektasi klien-klien internasional,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Menkomdik Meutya Hafid menyoroti pesatnya pertumbuhan kebutuhan layanan pusat data secara global. Ia mencatat bahwa konsumsi pusat data global meningkat dari 79 GW pada 2023 menjadi 90 GW di 2024, dan diprediksi mencapai 180 GW pada 2030. Meutya menilai kehadiran JK6 memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital global, sekaligus mendukung transformasi sektor-sektor prioritas melalui digitalisasi.

“Pertumbuhan permintaan layanan data center di tingkat global terus meningkat, dari konsumsi 2023 sebesar 79 GW, menjadi 90 GW pada tahun 2024, dan diproyeksikan menjadi 180 GW pada tahun 2030,” ucap Meutya.

Meutya menilai JK6 juga dapat memperkuat posisi strategis dalam ekosistem digital dunia. Pusat data kini menjadi pelabuhan digital yang menopang transformasi sektor-sektor prioritas. Sehingga strategi hilirisasi digital perlu di didukung melalui kebijakan sandbox yang progresif, akselerasi startup nasional, kemitraan pentahelix, dan pembenahan kelembagaan. 

“Dengan langkah konkret ini, tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan,” lugasnya.

Sementara AHY mengungkapkan infrastruktur memang bukan satu-satunya penentu kemajuan bangsa. Namun tanpa infrastruktur, bangsa ini tidak akan pernah bisa maju. Berkaitan dengan hal itu, pemerintah menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya transformasi digital melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan sektor swasta. 

“Saya mengapresiasi DCI Indonesia yang sejak 2013 telah menjadi pelopor dan kini pemimpin industri data center nasional. Dengan hadirnya fasilitas JK6, DCI menambah 36 megawatt baru dan terus menunjukkan visi besar sebagai national, regional, bahkan global leader,” singkat AHY.


Source: Wartakota.tribunnews.com

Berita Terkait

No Posts Found