Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Pabrik BYD Di Indonesia Diresmikan Lebih Cepat, Ditargetkan Rampung 2025

Hallo Pabrikers, Produsen kendaraan listrik asal China, Build Your Dream (BYD), mempercepat pembangunan pabriknya di Indonesia. Rencana awal yang semula menargetkan penyelesaian pada 2026 kini dipercepat hingga kuartal keempat 2025. Liu Xueliang, General Manager BYD Asia-Pasifik, mengungkapkan hal ini sebagai bagian dari dukungan terhadap target pemerintah Indonesia dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik.

Jan 02 2025, 10:45

Subang,-

Hallo Pabrikers, Produsen kendaraan listrik asal China, Build Your Dream (BYD), mempercepat pembangunan pabriknya di Indonesia. Rencana awal yang semula menargetkan penyelesaian pada 2026 kini dipercepat hingga kuartal keempat 2025. Liu Xueliang, General Manager BYD Asia-Pasifik, mengungkapkan hal ini sebagai bagian dari dukungan terhadap target pemerintah Indonesia dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik.

Pernyataan tersebut disampaikan Liu saat kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, ke Kantor Pusat BYD di Shenzhen, China, baru-baru ini. "Pembangunan pabrik BYD di Indonesia akan menjadi salah satu yang tercepat. Biasanya, pembangunan pabrik mobil listrik memakan waktu 10 hingga 16 bulan," ungkap Liu dalam keterangannya, Rabu (1/1/2025).

Meski demikian, operasional pabrik direncanakan dimulai pada awal 2026. BYD juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi di fasilitas yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, guna memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor. Peningkatan kapasitas ini juga membuka peluang untuk pengembangan fasilitas baterai kendaraan listrik dan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

"Dengan tambahan investasi dan penguatan industri, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi di pabrik BYD di Indonesia serta mengembangkan teknologi seperti baterai untuk kendaraan New Energy Vehicle," tambah Liu.

Rosan Perkasa Roeslani memastikan bahwa pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap investasi BYD, termasuk mempercepat pembangunan infrastruktur seperti jalan penghubung kawasan industri dengan pelabuhan. Pemerintah juga menawarkan berbagai insentif untuk mendukung percepatan transformasi industri kendaraan listrik di Indonesia.

Ekspansi pabrik BYD di Indonesia diperkirakan akan menciptakan lebih dari 18.000 lapangan pekerjaan baru. Selain itu, investasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi kendaraan listrik sekaligus memperkaya keterampilan tenaga kerja Indonesia dalam sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Dalam kesempatan tersebut, BYD juga memperkenalkan teknologi kendaraan listrik masa depan, termasuk PHEV dengan teknologi DM-i, yang mampu menempuh jarak hingga 2.000 km. PHEV ini menawarkan solusi mobilitas fleksibel dengan menggabungkan keunggulan kendaraan listrik dan kemudahan bahan bakar konvensional.

"Kami berkomitmen mendiversifikasi produk dan mendukung pemerintah dalam pengembangan kebijakan untuk kendaraan New Energy Vehicles (NEV)," kata Liu. Selain itu, BYD mengumumkan rencana peluncuran sub-brand premium Denza ke pasar Indonesia pada awal 2025. Kehadiran Denza diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen di segmen premium dan melengkapi jajaran kendaraan listrik BYD di pasar Indonesia.  

Berita Terkait

No Posts Found