Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Semester I 2025, PHK Capai 42 Ribu Pekerja, Jawa Tengah Tertinggi

Halo Pabrikers, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat 42.385 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Semester I 2025, naik 32,19% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 32.064 pekerja.

Jul 24 2025, 10:25

Jakarta,-

Halo Pabrikers, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat 42.385 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Semester I 2025, naik 32,19% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 32.064 pekerja.

Berdasarkan data Tenaga Kerja Ter-PHK dari Satudata Kemnaker, Jawa Tengah menjadi daerah dengan angka PHK tertinggi sebanyak 10.995 pekerja, disusul Jawa Barat 9.494 pekerja, dan Banten 4.267 pekerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, kenaikan angka PHK dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari penurunan pasar industri, perubahan model bisnis, hingga persoalan internal hubungan industrial. “Ada industri yang pasarnya sedang turun, ada yang mengubah model bisnis, bahkan ada juga yang mengalami masalah internal hubungan kerja,” ujar Yassierli usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Meski secara akumulasi meningkat, Kemnaker mencatat angka PHK mulai menurun secara bulanan. Juni 2025 tercatat 1.609 pekerja di-PHK, lebih rendah dibanding Mei 2025 yang mencapai 4.702 pekerja.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa lonjakan di awal tahun dipicu PHK massal di PT Sritex yang menyumbang angka signifikan. “Tahun ini memang ada momentum Januari, di mana terjadi PHK besar-besaran di Sritex. Itu menambah angka akumulasi PHK tahun ini,” ungkapnya.

Kemnaker saat ini sedang memperdalam laporan hingga detail per provinsi dan sektor industri terdampak untuk memetakan solusi ke depan. (*)

Berita Terkait

No Posts Found