PT Sepatu Bata Tbk Alami Rugi Bersih Rp 126,86 Miliar: Penurunan Penjualan 22,47% di Semester I 2024
Hallo Pabrikers, PT Sepatu Bata Tbk (BATA), produsen sepatu merek BATA, mencatatkan kinerja keuangan yang kurang memuaskan pada semester I 2024, Penurunan terjadi baik dari sisi pendapatan maupun laba.
Purwakarta.-
Hallo Pabrikers, PT Sepatu Bata Tbk (BATA), produsen sepatu merek BATA, mencatatkan kinerja keuangan yang kurang memuaskan pada semester I 2024, Penurunan terjadi baik dari sisi pendapatan maupun laba.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Senin (7/10), BATA mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 126,86 miliar. Angka ini melonjak 292,27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana BATA mengalami rugi sebesar Rp 32,34 miliar.
Dari segi penjualan, BATA mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 260,3 miliar. Realisasi ini menunjukkan penurunan sebesar 22,47% dibandingkan penjualan di semester I 2023, yang mencapai Rp 335,77 miliar. Penjualan pada semester I 2024 didominasi oleh penjualan domestik yang mencapai Rp 259,52 miliar, sedangkan penjualan ekspor hanya sebesar Rp 776,38 juta, yang berarti penjualan domestik menyumbang 99,7% dari total penjualan.
Meskipun terjadi penurunan penjualan, beban BATA juga mengalami penurunan sebesar 15,76%. Pada semester I 2024, beban penjualan tercatat sebesar Rp 166,97 miliar, sedangkan pada semester I 2023 beban penjualan mencapai Rp 198,22 miliar. Beban umum dan administrasi juga turun 21,57% secara tahunan, dari Rp 57,7 miliar di semester I 2023 menjadi Rp 45,25 miliar pada periode Januari-Juni 2024. Namun, beban penjualan dan pemasaran justru meningkat 15,77%, dari Rp 103,17 miliar di semester I 2023 menjadi Rp 119,44 miliar pada paruh pertama tahun ini.
Penutupan pabrik BATA di Purwakarta disebabkan oleh penurunan permintaan terhadap produk yang diproduksi di lokasi tersebut dan kapasitas produksi yang melebihi kebutuhan. BATA menyatakan bahwa proses penutupan pabrik tersebut telah diselesaikan pada Mei 2024.
Terkait langkah restrukturisasi, manajemen BATA menyampaikan, "Terkait dengan hal tersebut, pada tahun 2024, Grup telah melakukan beberapa kegiatan restrukturisasi dengan menutup atau berencana menutup lebih dari 100 gerai yang merugi untuk kembali memiliki jaringan gerai yang menguntungkan, dan menutup pabrik dan gudang di Purwakarta yang mengakibatkan antara lain pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan pabrik dan gudang di Purwakarta yang telah disetujui oleh semua pihak dan telah dibayarkan pada bulan Mei 2024, serta penambahan penyisihan atas persediaan."
Hingga akhir semester I 2024, total liabilitas BATA tercatat sebesar Rp 490,57 miliar, terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 442,44 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 48,12 miliar.
Source: industri.kontan.co.id