Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Potensi Industri MICE Jakarta Geliatkan Parekraf

Halo Pabrikers, Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE) merupakan industri yang berkembang pesat di Indonesia, termasuk DKI Jakarta.

Nov 08 2023, 07:15

Jakarta,- 


Halo Pabrikers, Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE) merupakan industri yang berkembang pesat di Indonesia, termasuk DKI Jakarta. Perkembangan industri MICE memberi warna baru bagi revitalisasi pariwisata dan industri kreatif ibu kota. Menurut Andhika Permata, Direktur Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, letak geografis  Jakarta yang strategis dan aksesibilitasnya sebagai salah satu pusat bisnis utama di Asia Tenggara juga menjadi daya tarik utama pengembangan MICE. Hal ini menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau oleh peserta acara dari berbagai negara. Aksesibilitas yang baik melalui transportasi udara, darat, dan laut juga menjadi keunggulan kompetitif untuk menarik  acara MICE, kata Andhika dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/8/2023). Selain itu, ia mengatakan dari segi potensi infrastruktur, Jakarta memiliki banyak gedung yang menunjang wisata MICE bertaraf internasional. Tiga diantaranya adalah Jakarta Convention Center (JCC), Ancol International Convention Center (AICC) dan Jakarta International Expo (JI Expo). 


Jakarta juga memiliki hotel dengan fasilitas MICE berskala internasional, seperti Shangri-La Jakarta (1.785 meter persegi), Ritz Carlton Kuningan (1.475 meter persegi), Ritz Carlton Pacific Place (3.284 meter persegi), Kempinski Jakarta (1.000 meter persegi) dan Pullman. Central Park (2.866 meter persegi). Selain itu,  Fairmont (1.200 meter persegi), Sheraton Grand Gandaria (2.183 meter persegi), Raffles (1.396 meter persegi), The Westin (1.177 meter persegi) dan St. Louis (1.200 meter persegi). Regis (1396 meter persegi). 


Pada saat yang sama, Jakarta memiliki posisi  strategis sebagai pusat komersial dan keuangan terbesar di Indonesia dalam hal potensi komersial dan ekonomi. Jakarta juga merupakan tujuan penting untuk pertemuan bisnis dan konferensi tingkat tinggi, serta telah menjadi daya tarik bagi perusahaan multinasional, kantor pusat perusahaan nasional, dan organisasi. “Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menunjukkan bahwa Jakarta memiliki potensi komersial dan ekonomi yang kuat, khususnya dalam pengembangan industri MICE,”; kata Andhika. 

 

Tercipta Peluang Ekonomi Kreatif Baru

 

Besarnya potensi Jakarta untuk mengembangkan industri MICE  mulai dari geografi, infrastruktur hingga bisnis memberikan dampak positif terhadap industri pariwisata dan industri kreatif. Hal ini juga membuka peluang baru dalam pengembangan industri MICE. 


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, jumlah wisman di Jakarta akan meningkat menjadi 938.991 orang. Sektor MICE menjadi salah satu faktor yang menarik wisatawan. “Hal ini memberikan peluang bagi penyelenggara  MICE untuk menarik peserta dari berbagai negara dan meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai destinasi MICE,” kata Andhika. 


Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperap) tahun 2023, terdapat 178  pameran yang diselenggarakan di Indonesia, yang mencakup informasi 120 pameran internasional dan 58 pameran nasional. Dari jumlah tersebut, 129 pameran digelar di Jakarta. 


“Proyeksi omzet transaksi  seluruh pameran yang  diselenggarakan  mencapai lebih dari Rp 150 triliun. Beberapa sektor potensial yang menjadi pasar potensial bagi pengembangan MICE di Jakarta antara lain bisnis dan keuangan, teknologi dan inovasi, kesehatan dan obat-obatan, energi dan lingkungan hidup," jelas Andhika.  


Program Penguatan Industri MICE

 

Andhika mengatakan Pemprov DKI memiliki beberapa program untuk memaksimalkan peluang tersebut. Misalnya menyusun peraturan, meningkatkan pemasaran atau periklanan melalui berbagai platform, menjalin kerja sama dengan asosiasi MICE, dan meningkatkan layanan. 


“Pemprov DKI juga memberikan layanan yang  disesuaikan dengan kebutuhan klien dan peserta acara MICE. Memberikan pengalaman  unik dan berkualitas  dapat memperkuat citra positif Jakarta sebagai destinasi MICE yang ramah dan profesional,” ujarnya. dia berkata. Selain itu, Pemkab DKI akan meningkatkan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia agar seluruh kegiatan internasional dapat terlaksana dengan baik. “Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan UP P4Ekraf (Pusat Pelatihan Messian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) yang bertugas menyiapkan berbagai pelatihan profesi di bidang pariwisata termasuk MICE dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, mengembangkan keterampilan khusus dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja berkualitas tinggi."; dia menjelaskan. 


Perlu diketahui, Pemprov DKI juga melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap industri MICE di Jakarta. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas setiap  kegiatan MICE tetap terjaga dan berkelanjutan di masa depan. 


Mekanisme pemantauan dan evaluasi  terkait  keberhasilan penyelenggaraan  MICE di Jakarta, termasuk pengukuran dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dihasilkan oleh industri MICE, dapat dilaksanakan melalui pengukuran dampak ekonomi. Kami telah mengembangkan sistem pelacakan untuk mengukur dampak ekonomi dari acara MICE di Jakarta, seperti kontribusi terhadap pendapatan utama daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan industri terkait" kata Andhika.  


Optimisme Bisnis Pariwisata MICE Jakarta

 

Praktisi MICE dan ASEAN MICE Venue Std. Penilai Wisnu Budi Sulaeman menilai perkembangan potensi MICE di Jakarta. Menurut dia, industri MICE di Jakarta saat ini  mengalami pertumbuhan positif, terutama setelah diselenggarakannya KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta beberapa waktu lalu. 


“Dengan adanya KTT ASEAN di Jakarta,  hampir setiap kementerian mempunyai program pertemuan ASEAN  dengan mitranya di negara-negara ASEAN. Jadi banyak sekali kegiatan konferensi di Jakarta. Sehingga memicu semangat dan kontribusi teman-teman yang bekerja di bidang MICE untuk kembali memulai operasional di bidang ini. Karena (dulu) banyak orang yang pingsan saat COVID-19, jelasnya. 


Wisnu pun optimistis wisata MICE di Jakarta akan terus berkembang meski saat ini pemerintah sedang membangun Ibukota Negara Republik Indonesia (IKN). Menurut dia, fasilitas Jakarta yang sangat memadai dari berbagai sektor terus menjadi daya tarik. 


“Hasil pemantauan tertentu menunjukkan bahwa Jakarta masih memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi MICE. Sebab, fasilitas  di Jakarta kalah bersaing dengan kota lain, seperti fasilitas bandara-ke-kota, jalan  kota, fasilitas gedung pameran, dan transportasi lokal. Termasuk jasa lainnya seperti restoran, hotel bintang 5, 4 dan 3 (terdapat di Jakarta)," dia menjelaskan. 


Wisnu mengatakan, Dinas SDM DKI Jakarta  sangat berkeinginan untuk mengembangkan wisata MICE. Menurut dia, sumber daya manusia yang  tersertifikasi sebagian besar berada di Jakarta. 


“Tidak ada pekerja terampil di banyak kota. Staf bersertifikat sektor MICE hanya tersedia di Jakarta. Potensi pasarnya sangat besar. Sebab Jakarta merupakan pusat misi dagang luar negeri. International Industries berkantor pusat di Jakarta," dia berkata. 


Meski begitu, Wisnu memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan wisata MICE. Menurut dia, sinergitas para pemangku kepentingan dan kehadiran pusat data tersebut harus tersosialisasikan dengan baik dalam beberapa permasalahan yang sering muncul di Jakarta maupun nasional. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu event-event nasional maupun internasional yang sedang berlangsung. 


“(Contohnya) cacar monyet, memang meresahkan masyarakat yang mau mengadakan acara di Jakarta karena takut (tertular). Sebenarnya pencegahannya bagus sekali. Tapi harus disebarluaskan. Kami membutuhkan pusat data di mana setiap orang dalam atau luar negeri dapat mengetahui informasi terkait isu yang berkembang," pungkasnya.


Source : detik.com

Berita Terkait

No Posts Found