PMI Kabupaten Bekasi Lantik Pengurus Masa Bakti 2026–2031, Perkuat Kolaborasi Kemanusiaan Lintas Sektor
Hallo pabrikers!! Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi resmi melantik jajaran Pengurus, Dewan Kehormatan, dan Penasihat Ahli masa bakti 2026–2031, Senin (14/9/2026), di Ruang Meeting Pengelola Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat. Kegiatan dihadiri sekitar 70-80 peserta dari unsur PMI, pemerintah daerah, kecamatan, Forkopimda, instansi, dunia usaha dan kawasan industri, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta relawan PMI.
BEKASI —
Hallo Pabrikers!! Pelantikan Pengurus, Dewan Kehormatan, dan Penasihat Ahli Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi masa bakti 2026–2031 turut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan dunia usaha. Salah satunya Ketua Bidang VI DPK APINDO Kabupaten Bekasi, Herman Supratman, yang hadir bersama sekitar kurang lebih 70 peserta dari unsur PMI, pemerintah daerah, kecamatan, Forkopimda, instansi, kawasan industri, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta relawan PMI. Kegiatan berlangsung Senin (14/9/2026) di Ruang Meeting Pengelola Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Bekasi masa bakti 2026–2031, Drs. H. Ahmad Kosasi, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah tersebut. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak hanya bertugas mempertahankan capaian sebelumnya, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan sosial dan kemanusiaan.
“Kami menyadari ini adalah amanah besar dan tanggung jawab yang mulia. Tentu tanpa dukungan semua pihak, kami tidak akan mampu menjalankan amanah ini.”
Ahmad Kosasi menilai Kabupaten Bekasi memiliki tantangan kemanusiaan yang kompleks, mulai dari pandemi COVID-19, banjir, kekeringan, angin ribut, hingga persoalan kesehatan dan sosial. Selama ini PMI telah berupaya hadir melalui penanganan bencana, penyediaan stok darah, pelayanan kesehatan, pendidikan generasi muda, dan pembinaan relawan.
Untuk lima tahun ke depan, PMI Kabupaten Bekasi berkomitmen mempercepat respons bencana dan kedaruratan, memperkuat ketersediaan stok darah yang memadai dan berkualitas, serta memperluas pelayanan hingga 23 kecamatan dengan penguatan PMI kecamatan dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat.
Ahmad juga menekankan pentingnya memperluas kerja sama dengan pemerintah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, hingga dunia industri. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi potensi besar untuk memperluas manfaat program kemanusiaan di Kabupaten Bekasi.
“PMI ingin menjadi bagian dari semua itu sehingga bisa membantu dan saling mendukung, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya di bidang sosial kemanusiaan di Kabupaten Bekasi.”

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Dr. Andes Haji Adang Rohyana, mengapresiasi kepengurusan baru dan menilai keberadaan Penasihat Ahli dari unsur profesional, akademisi, dan tokoh lintas sektor dapat memperkuat organisasi serta membuka jembatan kolaborasi dengan dunia industri. Ia juga mengingatkan PMI untuk menjaga marwah organisasi, prinsip kenetralan dan kemandirian, serta memperkuat kesiapsiagaan dan pelayanan darah.

Dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bekasi yang hadir mewakili Plt. Bupati menyampaikan dukungan terhadap kepengurusan baru. Pemkab Bekasi mendorong peningkatan kesiapsiagaan bencana, ketersediaan darah, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kapasitas dan regenerasi relawan.

Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi PMI Kabupaten Bekasi untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan melalui kolaborasi yang lebih luas bersama pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan relawan demi memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. (*)