Pabrik Baterai Mobil Listrik Terbesar di Asia Tenggara Diresmikan di Karawang
Haloo Pabrikers, Menteri BUMN Erick Thohir bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik sel baterai PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat. Acara peresmian tersebut dihadiri juga oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Cikarang,-
Haloo Pabrikers, Menteri BUMN Erick Thohir bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik sel baterai PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat. Acara peresmian tersebut dihadiri juga oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pabrik ini, yang merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, akan fokus pada produksi massal baterai untuk kendaraan listrik Hyundai, seperti Kona Electric.
Erick Thohir menjelaskan melalui akun Instagramnya @erickthohir pada Rabu (3/7/2024), bahwa peresmian pabrik ini adalah tonggak penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. "HLI adalah pabrik terbesar di Asia Tenggara yang memproduksi massal baterai untuk kendaraan listrik," ungkapnya.
Selain itu, Erick juga menegaskan komitmen BUMN untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir di Indonesia. "Kami di BUMN berkomitmen men-support ekosistem kendaraan listrik mulai dari pertambangan nikel, pembangunan smelter, pembuatan precursor, katoda, hingga menjadi baterai ion lithium," katanya optimis.
Pabrik di Karawang ini memiliki kapasitas produksi hingga 10 GWh dan telah menghabiskan investasi sekitar US$ 1,2 miliar hingga US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 19,5 triliun hingga Rp 24,4 triliun). Namun, secara total, ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir yang dibangun oleh perusahaan ini mencapai US$ 12 miliar atau sekitar Rp 195,6 triliun.
"Hari ini menandakan babak baru, di mana kita menyaksikan proses peresmian pabrik baterai mobil yang terintegrasi, total investasi US$ 9,8 miliar, minus investasi Hyundai dari mobil. Kalau akumulasi US$ 11 miliar sampai US$ 12 miliar. Ini investasi terbesar, satu ekosistem di Indonesia, khususnya baterai mobil sampai dengan mobilnya," jelas Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Peresmian pabrik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi baterai untuk mobil listrik di Indonesia, tetapi juga membuka peluang luas bagi pertumbuhan industri dan lapangan kerja di sektor yang kian relevan dengan masa depan energi dan lingkungan. (*)
Source : detikfinance