Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Munas ASPHRI 2021 Serius Jaring Calon Ketum Baru

Hallo Pabrikers, Musyawarah Nasional Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI) memasuki babak baru. Pengurus ASPHRI sepakat akan akan membuka peluang selebar-lebarnya kepada para praktisi HR untuk menduduki orang nomor satu di asosiasi terkemuka tersebut.

Mar 12 2021, 15:10

Cikarang-

Hallo Pabrikers, Musyawarah Nasional Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI) memasuki babak baru. Pengurus ASPHRI sepakat akan akan membuka peluang selebar-lebarnya kepada para praktisi HR untuk menduduki orang nomor satu di asosiasi terkemuka tersebut. Hal ini terlihat dalam rapat pleno Panitia Pelaksana Munas ASPHRI  2021 di Hotel Sahid Lippo Cikarang hari Kamis (11/3).


Rapat pleno Panpel ini dihadiri sejumlah pengurus harian mulai ketua Umum Yosminaldi, Sekretaris Jenderal Joko Sutrisno, Bendahara Umum Widi Karyaningsih, Ketua Dewan Pengarah Fathullah Wowo, Para Korwil ASPHRI dari berbagai zona dan Para Ketua bidang.


Rapat tersebut memutuskan satu hal penting diantaranya rencana penetapan lokasi Munas akan diadakan di Aston Hotel Sentul Bogor. Ketua Panitia Pelaksana Munas ASPHRI 2021 Widi Karyaningsih memberikan alternatif 3 lokasi selain Sentul Bogor, yaitu Cikarang, Karawang & Purwakarta, mengingat rata-rata Pengurus & Anggota ASPHRI berdomisili dan  bekerja di wilayah tersebut, serta mempertimbangkan budget yang tersedia. “Kita sudah survei ke beberapa hotel dan kemungkinan besar diadakan di antara 3 kota tersebut,” kata Widi.


Rapat mulai menghangat, tatkala masuk ke topik pembahasan persyaratan calon ketua Umum ASPHRI periode 2021-2024. Sentimen latar belakang caketum dari partai politik agar diberikan kesempatan juga mengemuka dalam rapat tersebut . “Siapapun yang memiliki background HRD bisa maju minimal 3 tahun menjadi HR Manager, dan ASPHRI bebas dari kepentingan politik, saya tidak setuju ada kepentingan parpol tertentu. ASPHRI harus independen, netral & profesional", kata Yosminaldi.


Yos, panggilan sehari-hari Ketum petahana ini kembali menegaskan dirinya untuk maju pada pemilihan Ketua umum periode 2021 - 2024. Namun, dia menegaskan bahwa perlu dibuka peluang dan kesempatan seluas-luasnya kepada kandidat lain, agar terjadi regenerasi kepemimpinan ASPHRI. Selanjutnya mantan Ketua FK-HR EJIP tersebut menegaskan bahwa jika terpilih kembali, dia akan menjadikan periode 2021-2024 sebagai periode terakhir kepemimpinannya di ASPHRI, jika terpilih sebagai pemenang secara demokratis. “Saya ingin ASPHRI ini demokratis, saya sudah 7 tahun mengomandani organisasi ini, jika saya maju lagi nanti, maka akan menjadi periode terakhir saya untuk menuntaskan beberapa agenda ASPHRI yang masih perlu diselesaikan, agar kepemimpinan berikutnya nanti bisa dengan mulus menjalankan roda organisasi ini, sekaligus mengambil alih tongkat komando regenerasi di tubuh organisasi ASPHRI". 

Tokoh HRD yang terkenal konsisten, tegas dan vokal ini menjelaskan bahwa ASPHRI memiliki banyak kandidat potensial dan memiliki kapabilitas untuk maju dalam kompetisi nanti. Misalnya seperti Pak Anwar Budiman, Pak Zirdis, Pak Joko dan lainya. Kita banyak punya stok kader2 bagus.” kata mantan HR Senior Manager PT EJIP ini.


Zirdjis, salah satu peserta rapat juga memberikan ide bahwa caketum ASPHRI sebaiknya diambil dari perwakilan kota-kota yang memang selama ini menjadi korwil. “misalnya saya dari Purwakarta, sentimen kedaerahan ini penting agar perhelatan Munas ini menarik,nanti ada yang maju dari Bekasi , Jakarta lalu adakan debat kandidat“ kata Zirdjis. Namun Yos mengatakan kurang setuju, karena dikhawatirkan akan terjadi faksi-faksi yang akan menimbulkan perpecahan di tubuh ASPHRI. Yos menjelaskan, bahwa calon sosok kandidat Ketua Umum ASPHRI sebaiknya berdasarkan kapabilitas individu, yang nantinya bisa dinilai dalam debat calon ketua umum melalui penyampaian visi, misi, strategii & program kerja masing2 kandidat. 

Dalam rapat yang berlangsung hingga sore hari ini akhirnya memutuskan segala hal terkait AD/ART, persyaratan Caketum ASPHRI & persyaratan pemilih, akan dibahas tuntas pada rapat Steering Committee (SC) pekan depan dan akan dipimpin oleh Woeryono, pakar hukum perburuhan  yang juga dihormati di organisasi ASPHRI. (df)

Berita Terkait

No Posts Found