"Membanting " Tarif Hotel di Kawasan Industri Bekasi
Hallo Pabrikers, bulan lalu, kami diundang rekan untuk berkunjung ke salah satu hotel di Cikarang yang sedang dalam proses finishing pembangunan. Semua furnitur sudah siap, kamar sudah siap untuk launching. Namun, masih tampak berlalu lalang para pekerja sipil dan dekorasi ruangan. Rencananya , sebelum lebaran sudah akan beroperasi.
"Membanting " Tarif Hotel Di Kawasan Industri Bekasi
Oleh : Dody FM**
Hallo Pabrikers, bulan lalu, kami diundang rekan untuk berkunjung ke salah satu hotel di Cikarang yang sedang dalam proses finishing pembangunan. Semua furnitur sudah siap, kamar sudah siap untuk launching. Namun, masih tampak berlalu lalang para pekerja sipil dan dekorasi ruangan. Rencananya , sebelum lebaran sudah akan beroperasi.
Satu hal menarik dari obrolan para praktisi perhotelan dalam kunjungan tersebut yakni mengenai isu banting-bantingan tarif kamar dan persaingan tidak sehat antar hotel di kawasan industri. "Sebelum saya terima pekerjaan di hotel ini, saya udah riset kecil-kecilan. gila, harga udah bersaing. dan tidak masuk akal. persaingan bukan lagi antar sesama bintang 3 tapi bintang 4 kebawahnya. Belum lagi bersaing dengan apartmen yang bisa sewa harian" kata petinggi di hotel itu.
Ada berapa hotel di Kabupaten Bekasi? dari data yang di catat oleh dinas pariwisata total ada 34 Hotel yang ada di Kabupaten Bekasi. Dimana , 80% lebih hotel itu berpusat di Kawasan Industri seperti Cikarang, Cibitung dan Tambun yang dikenal sebagai daerah pusat populasi terbesar dan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Cikarang memang dikenal sebagai kawasan industri yang berkembang pesat. Seiring dengan pertumbuhan kawasan industri, banyak hotel yang dibangun di Cikarang untuk melayani kebutuhan para pebisnis yang datang dari luar kota. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tarif hotel di Cikarang semakin "banting-bantingan", karena adanya persaingan yang sangat ketat. Hotel yang seharusnya bisa menjual tarif 900 ribu bisa main di angka 400 ribuan. Hotel yang main di 400 ribuan bisa menjual setengahnya.
Sebagian pimpinan sales hotel juga terpaksa hijrah alias dimutasi ke daerah lain karena dianggap gagal mencapai target. Keluar masuk karyawan adalah hal yang sangat umum terjadi di perhotelan apalagi jika tidak mencapai target,. "Di Cikarang itu very struggling, sangat menantang. Kalo ditawari kerjaan kesana lagi saya menolak," kata sales manager yang kini nyaman di bekerja di sebuah hotel di Bekasi Barat yang bertahun-tahun lamanya pernah "berjuang" di Cikarang.
Banyak hotel baru yang dibangun di Cikarang dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuat persaingan semakin sengit, terutama dalam hal tarif . Hotel-hotel baru ini berlomba-lomba untuk menarik pelanggan dengan menawarkan tarif yang sangat murah.
Dampak dari Persaingan Harga yang Ketat
Persaingan harga yang ketat bisa berdampak buruk pada kualitas pelayanan dan fasilitas yang disediakan oleh hotel. Hotel-hotel berusaha untuk memotong biaya agar bisa menawarkan tarif yang lebih murah. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas pelayanan dan fasilitas yang disediakan, seperti pelayanan yang buruk, kamar yang kurang bersih, sarapan pagi yang tidak enak, dan fasilitas yang tidak lengkap.
Dalam jangka panjang, persaingan harga yang ketat dapat merugikan semua pihak, termasuk hotel itu sendiri. Hotel mungkin tidak mampu mempertahankan bisnis mereka karena mereka tidak dapat menutup biaya operasional mereka yang tinggi. Ini akan berdampak pada hilangnya lapangan kerja dan pendapatan bagi karyawan hotel, serta kehilangan pendapatan bagi pemilik hotel.
Untuk mengatasi masalah tarif hotel yang semakin "hancur "di Cikarang, sejumlah solusi dapat dilakukan. Pertama, hotel dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas yang disediakan, sehingga mereka dapat menarik pelanggan dengan menawarkan pengalaman yang lebih baik daripada hotel lain. Hal ini akan membantu mereka untuk mempertahankan bisnis mereka dan menarik pelanggan yang bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk kualitas yang lebih baik.
Kedua, hotel dapat menawarkan paket harga yang menarik, seperti diskon untuk tamu yang menginap dalam jangka waktu yang lebih lama, atau paket penginapan dengan makanan atau fasilitas lainnya. Ini dapat membantu hotel untuk menarik pelanggan tanpa harus menurunkan harga terlalu banyak.
Ketiga, pemerintah daerah dapat membantu dengan mengatur dan mengawasi tarif hotel di Cikarang agar tidak terlalu rendah. Hal ini dapat dilakukan melalui pembentukan aturan dan regulasi yang mengatur harga hotel yang wajar dan adil. Dalam hal ini, peran asosiasi hotel dan pariwisata di daerah tersebut juga sangat penting untuk membantu mengatur persaingan yang sehat antara hotel-hotel di Cikarang. (*)
*Dody FM, Pemimpin Redaksi Jurnalkawasan.com (Opini Pribadi)