Belanja kebutuhan industri lebih mudah dengan JK Mart, dapatkan gratis ongkir untuk pengiriman wilayah Cikarang. Kunjungi JK Mart di jurnalkawasan.com/store/










Konsep Budaya Monozukuri Hitozukuri Meningkatkan Kualitas SDM UNSADA

Universitas Darma Persada (UNSADA) menerapkan filosofi konsep budaya Monozukuri Hitozukuri, Hidekie Amangku Founder UNSADA mengatakan filosofi ini sebagai membangun kualitas SDM yang ada di UNSADA.

Okt 09 2021, 13:30

Jakarta,-

Halo Pabrikers, Universitas Darma Persada (UNSADA) menerapkan filosofi konsep budaya Monozukuri Hitozukuri, Hidekie Amangku Founder Senior UNSADA mengatakan filosofi ini sebagai membangun kualitas SDM yang ada di UNSADA.

Strategi inilah yang selama ini diterapkan oleh UNSADA yang tertuang dalam konsep budaya Monozukuri dan Hitozukuri sebagai salah satu faktor pendukung di kalangan akademisi, dengan keberhasilan dalam dunia pendidikan mempersiapkan SDM mahasiswa mahasiswi yang tangguh dan berdaya saing di masa mendatang. 

Dijelaskan, konsep Monozukuri mulai dipopulerkan oleh media sejak tahun 90-an. Monozukuri berasal dari kata “mono” berarti produk atau barang, dan “zukuri” yang berarti proses pembuatan atau penciptaan. 

Monozukuri artinya membuat barang berguna untuk masyarakat seperti contoh membeli barang seperti beli sendok atau piring maupun beli sesuatu mesin tetapi tidak rusak dalam jangka waktu yang lama yang dicintai produk itu.

 Secara umum dalam percakapan sehari-hari diartikan sebagai produksi atau manufacturing. Namun demikian, konsep ini mengandung makna yang jauh lebih luas dari arti harafiahnya. Kata majemuk tersebut mengungkapkan kepemilikan spirit mencipta dan memproduksi produk-produk unggul, serta kemampuan untuk secara terus menerus menyempurnakan proses dan sistem produksinya.

Berasal dari kata “hito” berarti manusia dan “zukuri” yang berarti proses penciptaan atau produksi. 

Hitozukuri artinya adalah membangun karakteristik building manusia dengan filosofi Jepang yang ada. Ada kaitannya dengan budaya Indonesia yaitu tata krama, kedisiplinan, keuletan, rajin, tentu kebersihan menyangkut kesehatan kita. Kalau manusia hatinya tidak sehat ya otomatis tidak akan bisa belajar UNSADA.

"Filosofi ini ingin kita kembangkan dalam dunia pendidikan. Sehingga UNSADA ini bisa memunculkan ciri khasnya sendiri ke Jepangan-nya," ujar Hidekie Amangku.

Nilai tambah tinggi dan daya saing bangsa sangat ditentukan oleh kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. (adz)

Berita Terkait

No Posts Found