JurnalKawasan Gelar Corporate Gathering di Tangerang, Industri Diajak Beradaptasi Hadapi Geopolitik Global
Halo Pabrikers, Antusiasme tinggi ditunjukkan para pelaku industri dalam kegiatan Corporate Gathering JurnalKawasan.com yang digelar di Hotel Golden Tulip Tangerang pada Selasa (5/5/2026). Sekitar 70 praktisi industri manufaktur dari berbagai kawasan industri seperti Tangerang, Bekasi, hingga Karawang hadir dan memenuhi ruang acara, bahkan jumlah peserta yang datang melebihi ekspektasi panitia.
Tangerang —Â
Halo Pabrikers, Antusiasme tinggi ditunjukkan para pelaku industri dalam kegiatan Corporate Gathering JurnalKawasan.com yang digelar di Hotel Golden Tulip Tangerang pada Selasa (5/5/2026). Sekitar 70 praktisi industri manufaktur dari berbagai kawasan industri seperti Tangerang, Bekasi, hingga Karawang hadir dan memenuhi ruang acara, bahkan jumlah peserta yang datang melebihi ekspektasi panitia.
Acara yang berlangsung sejak siang hingga sore hari ini berjalan lancar dan penuh interaksi. Selain menjadi ajang diskusi strategis, kegiatan ini juga menjadi ruang networking yang aktif antar pelaku industri yang selama ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Direktur JurnalKawasan.com, Dody FM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi industri saat ini tidak bisa lagi dilihat secara biasa. Tekanan global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, kenaikan biaya produksi, disrupsi rantai pasok, hingga perkembangan teknologi yang sangat cepat, membuat pelaku industri harus beradaptasi dengan cara yang lebih strategis.
Ia menegaskan bahwa JurnalKawasan tidak ingin hanya hadir sebagai media pemberitaan semata, tetapi juga sebagai platform yang mampu memberikan edukasi dan mempertemukan para pelaku industri dalam satu forum yang relevan.
“Media hari ini tidak cukup hanya menyampaikan informasi. Harus ada peran untuk mengedukasi dan menghubungkan pelaku industri, sehingga bisa saling berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi kondisi saat ini,” ujar Dody.
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini, “Cost Produksi Naik: Bertahan atau Tumbang? Strategi Nyata Industri di Tengah Krisis Global”, menjadi sangat relevan dengan kondisi yang sedang dihadapi oleh banyak perusahaan manufaktur saat ini.
Dalam sesi diskusi, narasumber Joko Sutopo memaparkan bahwa industri saat ini berada dalam tekanan yang nyata, mulai dari ketegangan geopolitik global, disrupsi rantai pasok, penurunan daya beli, hingga kenaikan biaya operasional dan fluktuasi pasar keuangan. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga mampu menyusun strategi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Menurutnya, perusahaan perlu memperkuat perencanaan strategis dengan memahami faktor internal dan eksternal, mengelola struktur biaya dengan lebih efektif, serta menjaga keseimbangan antara efisiensi dan pertumbuhan. Pengelolaan cash flow, optimalisasi biaya operasional, serta penguatan hubungan dengan pelanggan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis di tengah ketidakpastian.
Pandangan tersebut diperkuat oleh narasumber lainnya, AC Mahendra K Datu, yang menekankan bahwa strategi efisiensi tidak bisa menjadi satu-satunya pendekatan dalam menghadapi krisis. Ia menyampaikan bahwa banyak perusahaan terjebak pada pola “cutting cost” tanpa memikirkan arah jangka panjang.
Menurutnya, efisiensi memang penting, namun memiliki batas, dan setelah itu perusahaan harus mampu bertransformasi menuju produktivitas dan inovasi.
“Organisasi bisnis tidak bisa survive sendirian. Efisiensi itu penting, tapi ada masa kadaluwarsanya. Perusahaan harus siap masuk ke tahap berikutnya, yaitu menciptakan nilai dan meningkatkan produktivitas,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem industri yang kuat, di mana rantai pasok, infrastruktur, serta dukungan kebijakan berjalan secara terintegrasi. Contoh dari negara lain menunjukkan bahwa kekuatan industri tidak hanya ditentukan oleh perusahaan itu sendiri, tetapi oleh keseluruhan ekosistem yang mendukungnya.
Dalam diskusi tersebut, muncul pemahaman bahwa pendekatan industri saat ini harus bergeser, dari sekadar efisiensi biaya menuju penciptaan nilai baru, dari fokus pada penghematan menjadi penguatan ketahanan rantai pasok, serta dari pola bertahan menuju kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pelaku industri membutuhkan ruang diskusi yang lebih terbuka dan aplikatif. Interaksi yang terjadi selama sesi talkshow hingga networking menunjukkan adanya kebutuhan nyata untuk saling bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama.
Suasana acara semakin hidup dengan adanya sesi doorprize yang menghadirkan hadiah utama berupa sepeda MTB, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta hingga akhir acara.
Melalui kegiatan ini, JurnalKawasan.com kembali menegaskan perannya sebagai media komunitas industri yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga membangun koneksi dan menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku industri di berbagai kawasan.
Di tengah tekanan global yang semakin kompleks, forum seperti ini menjadi penting agar pelaku industri tidak berjalan sendiri, melainkan bergerak bersama, saling menguatkan, dan terus mencari strategi terbaik untuk bertahan sekaligus tumbuh.