Jateng Buka Peluang Kawasan Industri Baru, 12 Wilayah Diusulkan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang pengembangan kawasan industri baru di sejumlah daerah. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik Jawa Tengah sebagai tujuan investasi.
SEMARANG –
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang pengembangan kawasan industri baru di sejumlah daerah. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik Jawa Tengah sebagai tujuan investasi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, wacana penambahan kawasan industri menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan DPRD. Saat ini, Jawa Tengah tercatat memiliki tujuh kawasan industri, sementara pemerintah kabupaten/kota telah mengusulkan pengembangan kawasan industri di 12 wilayah.
“Rekan-rekan dewan mengusulkan agar dibuka kembali kawasan industri karena kawasan industri kita baru tujuh. Memang dari beberapa kabupaten kota sudah mengusulkan 12 wilayah terkait kawasan industri,” kata Luthfi.
Menurut Luthfi, penambahan kawasan industri memiliki peran penting dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah. Keberadaan kawasan industri juga diharapkan mampu menjadi penggerak masuknya investasi sekaligus mempercepat aktivitas ekonomi daerah. Peluang tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya minat investor terhadap Jawa Tengah. Selain investor domestik, penanaman modal asing (PMA) juga menunjukkan perkembangan positif.
“Jawa Tengah kini semakin dilirik sebagai salah satu daerah potensial untuk investasi nasional. Tidak hanya investor dalam negeri, minat Penanaman Modal Asing juga terus berkembang. Capaian investasi di Jawa Tengah disebut telah mendekati Rp110 triliun, dengan porsi PMA hampir 58 persen,” jelasnya.
Luthfi menekankan, pembangunan kawasan industri tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk. Pemerintah daerah juga mendorong agar keberadaan industri memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja.
Pengembangan kawasan industri di berbagai daerah dinilai dapat membuka ruang lebih besar bagi masuknya perusahaan padat karya. Dengan demikian, pertumbuhan investasi diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
“Dengan investasi dan padat karya ini, kita bisa mereduksi angka pengangguran terbuka dan menambah lapangan pekerjaan,” pungkasnya. (Bud)
Rencana pengembangan kawasan industri baru tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jawa Tengah memperkuat struktur ekonomi daerah. Dengan penyebaran kawasan industri yang lebih luas, investasi diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi turut mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai kabupaten dan kota.
Source: radioidola