Industrial Manufacture Meet Up 2025 Sukses Digelar di Tangerang, Bahas Strategi Industri Hadapi Tantangan Global
JurnalKawasan.com, media komunitas kawasan industri, menggelar acara Industrial Manufacture Meet Up 2025 di Hotel Golden Tulip Essential, Kota Tangerang. Acara yang berlangsung siang hari ini diawali dengan makan siang bersama dan diakhiri dengan sesi pembagian doorprize bagi peserta.
Tangerang-
JurnalKawasan.com, media komunitas kawasan industri, menggelar acara Industrial Manufacture Meet Up 2025 di Hotel Golden Tulip Essential, Kota Tangerang. Acara yang berlangsung siang hari ini diawali dengan makan siang bersama dan diakhiri dengan sesi pembagian doorprize bagi peserta. Mengangkat tema “Strategi Industri Manufaktur Indonesia di Tengah Perang Dagang Global dan Korelasinya dengan Dunia Ketenagakerjaan”, kegiatan ini menghadirkan diskusi panel yang diikuti oleh para pelaku industri manufaktur, praktisi HR, dan pengurus asosiasi industri di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Tiga narasumber hadir dalam sesi diskusi, yaitu pengamat ekonomi dari PPM Manajemen Aries Heru Prasetyo, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan, dan perwakilan industri dari PT Mesin Isuzu Indonesia Rahmat Yuwono. eventini juga dihadiri oleh ketua APINDO Kota Tangerang, Ismail. Aries Heru Prasetyo menyampaikan bahwa perang dagang global dan disrupsi geopolitik telah memicu fluktuasi bahan baku serta mempengaruhi strategi ekspor industri. Ia mendorong perusahaan manufaktur Indonesia untuk memperluas pasar ekspor ke ASEAN dan Afrika sebagai langkah antisipatif.
Ujang Hendra Gunawan menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memitigasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi, program sertifikasi, serta peningkatan kerja sama antara perusahaan dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Rahmat Yuwono dari PT Mesin Isuzu Indonesia memaparkan strategi hubungan industrial perusahaan dalam menghadapi tantangan internal seperti produktivitas karyawan senior, masalah keuangan pribadi seperti pinjaman daring (pinjol) dan perjudian online (judol), hingga persoalan mentalitas dan komunikasi antarkaryawan. Menurutnya, peningkatan efisiensi dapat dicapai melalui penguatan komunikasi dengan serikat pekerja, implementasi program budaya kerja, serta pelatihan berbasis tim seperti QCC dan SBU.
Sementara itu, Ketua DPK APINDO Kota Tangerang, Ismail, menyampaikan pandangan positif atas acara ini. “Perang dagang global, termasuk kebijakan tarif tinggi, jelas memengaruhi industri manufaktur Indonesia. Strategi yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjaga daya saing dan mengelola tenaga kerja di tengah tantangan ini,” ujarnya. Ismail menegaskan perlunya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan HR, serta berharap diskusi ini menghasilkan solusi praktis yang bermanfaat bagi perusahaan di Tangerang sebagai pusat industri nasional. Acara ini berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna, menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara industri, pemerintah, dan pengamat kebijakan. Kehadiran doorprize di akhir acara menambah semangat peserta dan memperkuat relasi antarpelaku industri yang hadir. (*)