IKAPEKSI Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Japan Foundation dan AOTS
Hallo Pabrikers, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) melakukan serangkaian kunjungan strategis ke dua lembaga penting Jepang, yakni Japan Foundation dan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS), pada Senin (tanggal menyesuaikan), di kawasan Sudirman, Jakarta.
Jakarta —Â
Hallo Pabrikers, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) melakukan serangkaian kunjungan strategis ke dua lembaga penting Jepang, yakni Japan Foundation dan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS), pada Senin (26/5), di kawasan Sudirman, Jakarta.
Dalam kunjungan pertama ke Japan Foundation yang berlokasi di Summitmas Building, delegasi IKAPEKSI dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pranyoto Widodo, didampingi oleh Edy selaku Kepala Bidang Hubungan Dalam dan Luar Negeri, serta Agus dari Bidang SDM dan jajaran pengurus lainnya. IKAPEKSI diterima oleh Inami Kazumo, Director General Japan Foundation, bersama tim eksekutif lembaga tersebut.

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama pendidikan dan pelatihan, khususnya dalam bentuk program Training of Trainer (ToT) yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas anggota IKAPEKSI, baik dari aspek pengajaran bahasa Jepang maupun pemahaman budaya kerja Jepang.
“Program yang kita ambil adalah Training of Trainer, untuk kepentingan anggota IKAPEKSI agar dapat melatih para kenshusei di masing-masing lembaga,” ujar Ketua Umum IKAPEKSI, Pranyoto Widodo.
Japan Foundation menyambut hangat rencana ini dan menyatakan komitmennya untuk mendalami lebih lanjut profil dan jaringan kerja IKAPEKSI guna mendukung pengembangan kapasitas SDM Indonesia yang berkaitan dengan program magang ke Jepang.
Usai kunjungan tersebut, delegasi IKAPEKSI melanjutkan agenda ke kantor AOTS dan disambut oleh Saitu Kazuko, Chief Representative AOTS Indonesia.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif, kedua belah pihak membahas kemungkinan kerja sama dalam penerapan dan pelatihan bahasa Jepang secara teknis sesuai kebutuhan dunia industri, mulai dari sektor keperawatan hingga manufaktur.
“Secara kelembagaan, AOTS membuka peluang kerja sama dalam pelatihan bahasa Jepang berbasis bidang kerja. Tersedia beberapa metode, termasuk pelatihan langsung di Jepang, mendatangkan pengajar ke Indonesia, hingga program daring (online),” ujar Edy dari IKAPEKSI.
Dikatakan oleh Edy, AOTS juga menyampaikan bahwa mereka akan menghubungi IKAPEKSI lebih lanjut untuk mendetailkan format dan skema kerja sama yang memungkinkan, termasuk kemungkinan dukungan pembiayaan program tertentu.
Ketua Umum IKAPEKSI menyatakan optimisme terhadap hasil pertemuan tersebut. “Ini bisa menjadi program konkret yang mendukung kemandirian dan peningkatan daya saing anggota kami di seluruh Indonesia,” tegas Pranyoto.
Dengan adanya penjajakan dua lembaga besar Jepang ini, IKAPEKSI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjembatani alumni magang Jepang, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM nasional secara berkelanjutan. (df)