IKAPEKSI Bangkitkan Semangat Magang Jepang di Bawah Kepemimpinan Baru
Hallo parikers, Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia (IKAPEKSI) telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ke-1 di Hotel Ammarosa, Bekasi Selatan, pada Sabtu (12/10). Munaslub ini menjadi titik balik kebangkitan organisasi setelah sempat terhambat dalam pemilihan kepengurusan baru pada Munas Desember 2023.
Bekasi,-
Hallo parikers, Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia (IKAPEKSI) telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ke-1 di Hotel Ammarosa, Bekasi Selatan, pada Sabtu (12/10). Mengangkat tema Merajut Kebersamaan dan Persaudaraan, Munaslub ini menjadi titik balik kebangkitan organisasi setelah sempat terhambat dalam pemilihan kepengurusan baru pada Munas Desember 2023.
Rizal, Ketua DPD IKAPEKSI Papua, mengungkapkan bahwa Munaslub ini merupakan langkah krusial untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan organisasi. Kehadiran 12 dari 19 DPD di Indonesia telah memenuhi kuorum dan menghasilkan keputusan penting, yaitu terpilihnya Pranyoto Widodo sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKAPEKSI periode 2024-2029.
"Munaslub ini menjadi solusi atas kebuntuan yang terjadi sebelumnya. Kami optimis dengan kepemimpinan Bapak Pranyoto Widodo, IKAPEKSI akan semakin solid dan mampu menjawab tantangan ke depan," ujar Rizal.
Pranyoto Widodo, dalam sambutannya, menyampaikan komitmennya untuk segera membentuk kepengurusan baru yang sesuai dengan AD/ART organisasi. Kolaborasi dengan seluruh pengurus di tingkat DPD menjadi fokus utama untuk merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan anggota.
Menariknya, Pranyoto menyoroti keragaman usaha yang dimiliki oleh alumni program magang di Jepang. "Anggota IKAPEKSI tidak hanya bergerak di bidang LPK, tetapi juga merambah sektor pertambangan, sawit, properti, dan lainnya. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki IKAPEKSI dalam mendukung perkembangan ekonomi Indonesia," jelas Pranyoto.
Lebih lanjut, Pranyoto menegaskan bahwa program magang ke Jepang masih sangat dibutuhkan. "Jepang saat ini sedang menghadapi krisis demografis dengan menurunnya jumlah tenaga kerja muda. Indonesia memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut," ungkap Pranyoto. Meskipun gaji di Jepang mungkin tidak sebesar di Korea, Jepang menawarkan nilai lebih dalam hal moralitas, etos, dan disiplin kerja yang sangat dihargai.
Namun, Pranyoto juga menyadari tantangan dalam mempersiapkan generasi Z untuk mengikuti program magang Jepang. Perbedaan semangat kerja antar generasi menuntut pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun mental yang tangguh.
"IKAPEKSI bertekad untuk meningkatkan kualitas program magang, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Kami akan terus berinovasi dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan program magang yang bermanfaat bagi Indonesia dan Jepang," pungkas Pranyoto. (df)