Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

FK-HRD Indonesia Gandeng UNPAR Gelar Dialog Interaktif Bahas Tantangan HR di Era 5.0

Hallo Pabrikers, Forum Komunikasi HRD (FK-HRD) Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menggelar dialog interaktif bertajuk “Peran Strategis HR dalam Dinamika Hubungan Industrial Berbasis Pancasila di Era 5.0”, berlangsung di Grande Valore Hotel Jababeka, Cikarang, Sabtu (13/9).

Sep 13 2025, 21:00

Cikarang,-

Hallo Pabrikers, Forum Komunikasi HRD (FK-HRD) Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menggelar dialog interaktif bertajuk “Peran Strategis HR dalam Dinamika Hubungan Industrial Berbasis Pancasila di Era 5.0”, berlangsung di Grande Valore Hotel Jababeka, Cikarang, Sabtu (13/9). Acara ini dihadiri oleh lebih dari 120 Praktisi HR perusahaan di kawasan industri Cikarang, Bekasi, hingga Karawang.

Ketua Umum FK-HRD Indonesia, Budiyanto DH, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk menjaga komunikasi antara praktisi HR dengan pelaku bisnis, khususnya terkait hubungan industrial.

“Tujuan utama dari dialog ini adalah menjembatani komunikasi antara pekerja dan pengusaha agar terbangun hubungan industrial yang harmonis. Tantangan HR ke depan bukan hanya bagaimana cepat beradaptasi dengan digitalisasi dan teknologi AI yang kian masif, tetapi juga tetap cakap memahami hukum ketenagakerjaan,” ujarnya.

Budiyanto menambahkan, seorang HR dituntut tidak hanya mengelola sumber daya manusia, tetapi juga menjadi jembatan yang mampu memberikan solusi, sekaligus penengah ketika terjadi konflik antara perusahaan dan pekerja.

Dialog interaktif ini menghadirkan tiga narasumber yaitu B. Woeryono, Pakar Hukum Ketenagakerjaan; Nur Hidayah Setyowati, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi dan Sapta Dwikardana, Akademisi Universitas Katolik Parahyangan.

Woeryono, menekankan pentingnya kedisiplinan HR dalam memahami regulasi.

“Implementasi undang-undang hubungan industrial membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang baik. HR harus tertib, cakap, dan selalu memperbarui pengetahuannya terhadap setiap regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Nur Hidayah Setyowati menyoroti posisi strategis Kabupaten Bekasi yang menjadi pusat industri nasional.

“Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri terbanyak di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, dengan lebih dari 24 ribu perusahaan. Kondisi ini menarik pencari kerja dari berbagai daerah dan menjadikan Bekasi sebagai barometer hubungan industrial di tingkat nasional,” ungkapnya.

Nur Hidayah menambahkan, agar hubungan industrial berjalan harmonis dan berkeadilan sesuai nilai-nilai Pancasila, HR perlu berpegang pada dua hal pokok: meningkatkan pemahaman hukum ketenagakerjaan dan terus mengasah kompetensi yang relevan dengan dinamika saat ini.

Dari sisi akademisi, Sapta Dwikardana menyoroti tantangan digitalisasi. 

Menurutnya, HR perlu bergerak cepat dalam mengidentifikasi permasalahan hubungan industrial yang muncul seiring pemanfaatan teknologi di perusahaan.

“Adaptasi terhadap teknologi adalah keniscayaan. HR harus mampu mengintegrasikan digitalisasi dengan manajemen hubungan industrial agar tetap efektif dan humanis,” paparnya.

Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan pembagian doorprize berupa berbagai perangkat elektronik, mini gold, voucher hotel hingga perlengkapan kecantikan bagi peserta yang beruntung.

Berita Terkait

No Posts Found