Lowongan Kerja Operator Milling Mesin Bubut CNC PT Keum Su Tech   I   Lowongan Kerja Quality Control PT Adi Jaya Montana Agustus 2022   I   Lowongan Pekerjaan Translator Bahasa Korea   I   Lowongan Kerja Staff Admin PT. FUJI SEIMITSU INDONESIA Agustus 2022   I   Lowongan Kerja QC Inspector - PT Lamipak Primula Indonesia Agustus 2022   I   Info selengkapnya cek Menu Lowongan Kerja

Digitalisasi dan Desa Wisata Bisa Jadi Solusi Saat Pandemi Covid-19

Digitalisasi dan Desa Wisata Bisa Jadi Solusi Saat Pandemi Covid-19

Jul 18 2021, 16:30

Bekasi,-

Halo Pabrikers, Industri pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan bagian dari industri yang terdampak pandemi Covid-19. Di Indonesia, kebijakan penutupan tempat wisata dan pembatasan mobilitas saat PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali menjadi tantangan bagi pelaku usaha di industri tersebut agar tetap bertahan.

Dalam paparannya di acara diskusi “Pro-Kontra Kesehatan Dan Ekonomi: Bisakah Berdampingan di Masa Pandemi?”, Ketua Umum ASITA (Asosiasi Tour dan Travel Agent) Nunung Rusmiati mengatakan, ia harus tetap kreatif dan inovatif.

Adapun salah satu upayanya adalah digitalisasi pariwisata melalui kerja sama dengan PT Aero Sytems Indonesia (Asyst) dalam hal marketplace.


Baca Juga : Cara Gratis Ongkir di JK Mart


Berdasarkan Instagram @humas_asita, kerja sama yang dimulai sejak 7 Mei 2021 tersebut mendukung pengalaman, atraksi, dan aktivitas digital untuk anggota ASITA sebagai pemasok situs web Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Look, book, pay, review (lihat, pesan, beli, beri ulasan). Di sini bisa lihat (secara) digital. Bisa dengan handphone, bisa kita capai,” kata Rusmiati, Sabtu (17/7/2021).

Selain itu, ia sempat menyinggung rencana travel bubble (gelembung perjalanan) antara Indonesia dengan negara lain yang belum terlaksana lantaran situasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Melansir dari Kompas.com, gelembung perjalanan adalah bentuk kerja sama antar dua negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Gelembung ini memudahkan penduduk di dua negara tersebut untuk melakukan perjalanan tanpa menjalani proses karantina. 

Ia kemudian memberi contoh implementasi travel bubble ke wilayah domestik, khususnya yang zona hijau, guna menciptakan pergerakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Sekarang kita harus realize (sadar). (Praktik) Travel bubble (bisa) kita lakukan di lokal maupun domestik,” ujarnya


Baca Juga : Bayar di JK Mart Bisa Lewat Go Pay, dan Sistem PO (Invoice)


Pada kesempatan yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu menjelaskan zona-zona yang ada di provinsi tersebut.

Berdasarkan paparannya, terdapat 19 kabupaten/kota dan 148 kecamatan di Jawa Tengah yang masuk zona merah per 21 – 27 Juni 2021. Sedangkan, per 28 Juni – 4 Juli 2021, ada 532 desa/kelurahan yang masuk zona merah di provinsi tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu menjelaskan zona-zona yang ada di provinsi tersebut.

Adanya zona merah tersebut memberi tantangan tersendiri bagi pemerintah serta pelaku pariwisata yang ingin mengoperasikan usahanya kembali.

“Di desa masih ada (zona) hijau, jadi mungkin sekarang wisata-wisata desa yang perlu dikembangkan kali ini. Jadi mereka hanya berwisata di desa masing-masing. Mereka yang memang (zona) hijaunya di wilayah mereka,” kata Peni.

Pembukaan tersebut bertujuan mengurangi kejenuhan masyarakat, namun tentunya tetap dengan penerapan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, Jawa Tengah memiliki beragam desa wisata dengan fasilitas yang lengkap, di antaranya Desa Wisata Candirejo dan Desa Wisata Lerep.(*)


Baca Juga : Anda UMKM/IKM di Bekasi? Bergabunglah jadi Seller di JK Mart

Berita Terkait

No Posts Found