Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

HSE

Cermati Tips Berikut Agar Selalu Waspada Terhadap Keselamatan Kerja

Di dalam industri manufaktur begitu banyak potensi bahaya terhadap kecelakaan kerja, karyawan dituntut untuk bekerja di lini produksi dan seringkali menjalankan mesin berat.

Sep 12 2022, 10:00

Hallo Pabrikers, Industri manufaktur merupakan salah satu sektor besar dari bermacam bidang ketenagakerjaan. Pekerjaan di Industri yaitu untuk membuat product, dan alat-alat yang kita butuhkan keseharian. Di balik itu semuanya, begitu banyak bahaya ditempat kerja dalam usaha manufaktur. Karyawan dituntut untuk bekerja di lini produksi dan seringkali menjalankan mesin berat.

Dilansir dari laman web safetynet.asia berikut merupakan tips yang perlu anda cermati di dalam pabrik manufaktur agar selalu memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Sebagian tempat kerja yang memiliki potensi bahaya paling umum di bagian manufaktur mencakup :

  • Penggunaan alat-alat berat atau alat-alat tangan
  • Bahaya Kimia
  • Mengangkat atau mendorong benda berat
  • Jatuh atau tergelincir di lantai berminyak atau basah
  • Kebisingan dari mesin keras
  • Bahan produksi yang mudah terbakar

Perusahaan yang lakukan latihan keselamatan dan evaluasi tentang ketrampilan dalam bekerja juga mempunyai program-program yang pas bisa hindari kecelakaan kerja. Manajer produksi harus memakai program kursus yang di tawarkan oleh Dinas Ketenagakerjaan. Program itu untuk menolong mencegah kecelakaan kerja, penyakit dan kematian. Walau program keselamatan telah dilakukan, kecelakaan akan terjadi dari sekian waktu.

Sebagian alasan kalau karyawan yang terkena dampak dari potensi bahaya di pabrik manufaktur :

  • Supervisi yg tidak memadai
  • Minimnya program pelatihan
  • Karyawan kurang berpengalaman
  • Mesin tidak layak digunakan
  • Karyawan terburu-buru untuk penuhi kuota produksi
  • Karyawan kurang info mengenai hak-hak mereka

Jika perusahaan seringkali menyempatkan diri untuk memberi program kursus tentang keselamatan kerja dan praktik industri, tingkat kecelakaan mungkin saja menyusut. Karyawan juga perlu tahu bagaimana menggunakan keterampilan keselamatan sampai mereka dapat jauhi bahaya yang menyebabkan cedera di tempat kerja.

Perusahaan tidak hanya harus mempunyai rambu-rambu keselamatan atau Safety Sign untuk mengingatkan karyawan dari bahaya pekerjaan mereka, namun mereka harus memperingatkan karyawan sehari-hari. Manajer harus menyempatkan diri untuk lakukan latihan kemampuan dan lakukan pemanasan dengan beberapa pekerja mereka untuk menghindari ketegangan otot.

Paling tidak sekian kali dalam satu bulan, manajer harus juga meninjau prosedur keselamatan. Diluar itu, setiap sisi dari pabrik mesti mengidentifikasi ancaman yang umum untuk pekerjaan mereka jadi review mingguan.

Saat karyawan dikabarkan, mereka dapat tahu bagaimana menggunakan keterampilan keselamatan untuk hindari kecelakaan saat bekerja. Jika karyawan mengerti bagaimana memakai alat dan mesin yang diperlukan untuk merampungkan pekerjaan dengan benar, mereka bisa hasilkan semakin banyak product dengan aman dan maksimum.

Kecelakaan dapat juga terjadi ditempat kerja saat karyawan jadi jemu dengan pekerjaan mereka. Untuk meminimalkan rasa jemu beberapa pekerja, manajer bisa buat kontes atau penghargaan untuk mereka yang penuhi tujuan produksi.

Hal semacam ini dapat mendongkrak semangat karyawan untuk bekerja lebih semangat. Saat karyawan semangat untuk memenuhi tujuan mereka dan dididik mengenai keselamatan pekerjaan mereka, satu perusahaan akan mencapai sukses. (*)

Berita Terkait

No Posts Found