Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Bupati Boyolali Gandeng IKAPEKSI, Siapkan Jalur Pemagangan Jepang Lebih Mudah dan Tepat Sasaran

Hallo Pabrikers, Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) terus melakukan roadshow ke berbagai daerah. Kali ini, Senin (29/9), Ketua Umum IKAPEKSI Pranyoto Widodo bersama jajaran DPP dan rombongan DPC Solo Raya, Edy prabowo melakukan audiensi dengan Bupati Boyolali Agus Irawan.

Okt 01 2025, 10:00

Boyolali,-

Hallo Pabrikers, Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) terus melakukan roadshow ke berbagai daerah. Kali ini, Senin (29/9), Ketua Umum IKAPEKSI Pranyoto Widodo bersama jajaran DPP dan rombongan DPC Solo Raya, Edy prabowo melakukan audiensi dengan Bupati Boyolali Agus Irawan di Rumah Dinas Bupati selama hampir 2 jam.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas koperasi dan tenaga kerja Ketenagakerjaan, sawitri danik  beserta jajaran pejabat terkait.

Bupati Agus Irawan menyampaikan dukungan penuh Pemkab Boyolali terhadap program pemagangan Jepang. Menurutnya, Boyolali yang terdiri dari 22 kecamatan siap menyalurkan generasi mudanya untuk ikut serta. Namun, ia juga mengeluhkan masih minimnya informasi di pelosok desa.

“Banyak anak-anak muda di Boyolali yang sebenarnya berminat, tapi belum tahu jalurnya bagaimana, prosedurnya bagaimana, biayanya berapa. Jadi ini masih perlu lebih banyak sosialisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya sinkronisasi antara pelatihan dengan jenis pekerjaan di Jepang. “Kalau bisa teknis pembiayaannya dipermudah, dan yang terpenting job yang diberikan yaaa kalo bisa sesuai dengan latar belakang peserta. Misalnya dilatih pengelasan, ya bekerja sebagai welder. Kalau pertanian, ya pertanian. Jadi lebih tepat guna sesuai minat dan kompetensi,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum IKAPEKSI, Pranyoto Widodo, dalam kesempatan tersebut juga memperkenalkan peran IKAPEKSI sebagai wadah alumni magang Jepang yang kini mendorong seleksi calon pemagang baru. Ia menjelaskan bahwa program SMART IKAPEKSI sudah berjalan sukses di berbagai daerah, dengan tingkat kelulusan yang membanggakan.

“Kami berharap Kabupaten Boyolali bisa segera menyusul. IKAPEKSI siap membantu Pemkab dalam proses seleksi, apalagi nanti sudah ada BLK (Balai Latihan Kerja), sehingga bisa lebih terarah untuk penjurusan. Kami juga membuka peluang kerjasama dengan LPK yang ada,” tegasnya.

Mengenai pembiayaan pran menjelaskan bahwa kini sudah ada skema dana talangan untuk mempermudah peserta. “Dana itu bisa ditanggung dulu oleh pihak ketiga, dan akan mulai dibayarkan oleh anak setelah bulan ketiga saat sudah gajian di Jepang. Yang perlu digarisbawahi, di Jepang tidak boleh ada potong gaji. Jadi ini murni pinjaman pribadi antara peserta dan pihak ketiga, dengan tanggung jawab anak dan keluarganya,” jelasnya.

Audiensi ini diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama, sebagai simbol komitmen awal sinergi antara Pemkab Boyolali dan IKAPEKSI dalam mencetak SDM unggul bermental Jepang.

Berita Terkait

No Posts Found