Lowongan Kerja Operator Milling Mesin Bubut CNC PT Keum Su Tech   I   Lowongan Kerja Quality Control PT Adi Jaya Montana Agustus 2022   I   Lowongan Pekerjaan Translator Bahasa Korea   I   Lowongan Kerja Staff Admin PT. FUJI SEIMITSU INDONESIA Agustus 2022   I   Lowongan Kerja QC Inspector - PT Lamipak Primula Indonesia Agustus 2022   I   Info selengkapnya cek Menu Lowongan Kerja

Berkunjung Ke Rumah Djiaw Kie Siong Saksi Bisu Pengasingan Sang Proklamator

Rengas Dengklok kata ini sudah tidak asing bagi rakyat Indonesia pasti kita terkenang dengan peristiwa penculikan Soekarno oleh tokoh PETA (Pembela Tanah Air) dan tokoh pemuda.

Mar 22 2021, 17:40

Hallo Pabrikers….

Rengas Dengklok kata ini sudah tidak asing bagi rakyat Indonesia pasti kita terkenang dengan peristiwa penculikan Soekarno oleh tokoh PETA (Pembela Tanah Air) dan tokoh pemuda. Dalam menentukkan proklamasi lokasi rumah ini terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No.33, R.Dengklok Utara, Kec. R.Dengklok, Kabupaten Karawang, lokasi dapat ditempuh dari Bekasi dalam 2 jam jika perjalanan tidak macet jika dari Karawang sendiri 46 menit waktu perjalanan.

Sekilas mengenai Djiaw Kie Siong, ia merupakan laki-laki keturunan Tionghoa yang lahir di tahun 1880 tepatnya di Karesidenan Karawang, pemilik rumah yang berperan penting untuk kemerdekaan Indonesia sekaligus pengusaha peti mati dan pemilik kebun kelapa di Rengasdengklok.

Jika kita disana sepanjang perjalanan kita akan merasakan atmosfir yang berbeda, seperti flasback ke masa lalu dengan nuansa perjuangan yang kental sedari awal perjalanan kita disambut oleh Tugu perjuangan Karawang dan Monument kebulatan tekad. Sebelum masuk ke Rumah Pak Kie Siong biasanya penduduk asli menyebutnuya. Banyak ditemukan mural  Soekarno, Hatta, Sukarni, Soebarjo, Chaerul Saleh, dan Wikana lengkap dengan kutipan bernuansa nasionalisme.

“Dulu rumah masih disana dipinggir Citarum karena banjir besar tahun 1955, jadilah pindah ke lokasi yang sekarang ini sekitar 1957” ujar ibu Yanto Ketika Jurnalkawasan berkunjung ke lokasi pengasingan Soekarno.

Menyambung obrolan mengenai pengasingan Soekarno, ia kurang begitu memahami apa sebabnya rumah dari mertuanya yang dipilih oleh Peta? Tapi ia beranggapan jika rumah ini termasuk yang paling aman karena sebelum banyak warga yang tinggal disini, lokasi ini dulunya kalimati hanya ada kebun warga dan masih banyak dihuni binatang buas.

“Jadi sebelum menjadi obyek wisata sejarah seperti Monumen kebulatan tekad dan Tugu Perjuangan Karawang dulunya markas PETA sekaligus rumah warga”, ujarnya.

Bu yanto menyambung pembicaraan dengan nada lirih, dulu saat orde baru semua yang berbau Soekarno disembunyikan  di loteng karena pada masa itu semual hal yang berbau Soekarno dianggap tabu.

“Bangunan seluas 25 meter ini dulu sering dikunjungi pelajar apalagi di akhir pekan berhubung pandemi kunjungan turun secara drastis, sehingga ia mengharapkan adanya penanganan yang lebih serius dari dinas terkait.

Tutupnya saat berbincang dengan Jurrnalkawasan, biaya masuk disini gratis tidak ditarik biaya sepeserpun alias gratis tapi pengunjung juga bisa memberikan sumbangan seikhlasnya. (dmr)

Baca Juga : Gowes Bareng Komunitas Sepeda Minion Karawang Kota

Berita Terkait

No Posts Found