ASPHRI : Tarif Mahal, Vaksin Gotong Royong Berpotensi Diabaikan Pengusaha
Ketua Umum Asosiasi Praktisi HR Indonesia (ASPHRI) Yosminaldi mengungkapkan, menurutnya dalam situasi ekonomi yang saat ini masih belum menunjukkan pemulihan signifikan, vaksin gotong royong akan sangat memberatkan para pengusaha.
Cikarang,-
Halo Pabrikers, Pemerintah telah resmi menetapkan harga vaksin gotong royong, dengan harga 500.000 per dosis, rinciannya Rp 375.000 untuk harga vaksin per dosis dan biaya penyuntikannya seharga Rp 125.000. Sehingga perusahaan harus mengeluarkan setidaknya Rp 1 juta per karyawan untuk dua kali dosis vaksin Covid-19.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Praktisi HR Indonesia (ASPHRI) Yosminaldi mengungkapkan, menurutnya dalam situasi ekonomi yang saat ini masih belum menunjukkan pemulihan signifikan, vaksin gotong royong akan sangat memberatkan para pengusaha.
“Biaya 1 juta per orang, walaupun tidak dibebankan ke pekerja, akan sangat memberatkan pengusaha,” ucapnya.
Ia menuturkan, dengan biaya tersebut, program vaksinasi gotong royong yang digadang-gadang akan membantu percepatan program vaksinasi kepada pekerja, dikhawatirkan tidak akan efektif dan cenderung akan diabaikan pengusaha. Dan para pengusaha cenderung lebih memilih menunggu selesainya agenda program vaksinasi dari pemerintah kepada masyarakat.
“Mereka akan memilih menunggu agenda dan program vaksinasi dari pemerintah kepada masyarakat, walau agak lama,” tuturnya.
Ia berharap, pemerintah berkontribusi memberikan subsidi dalam program vaksinasi gotong royong dengan mengalihkan sebagian alokasi budget vaksinasi tersebut kepada pengusaha. (a)