Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

APINDO Ungkap Bekasi, Karawang, Tangerang Masih Rentan Aksi Premanisme di Kawasan Industri

Hallo Pabrikers, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kembali menyoroti maraknya aksi premanisme di sejumlah kawasan industri yang dinilai mengganggu aktivitas manufaktur dan menghambat iklim investasi nasional.

Jul 31 2025, 06:55

Jakarta, -

Hallo Pabrikers, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kembali menyoroti maraknya aksi premanisme di sejumlah kawasan industri yang dinilai mengganggu aktivitas manufaktur dan menghambat iklim investasi nasional.

Wakil Ketua Umum Apindo, Sanny Iskandar, menyebut beberapa daerah industri seperti Tangerang, Bekasi, Karawang, Subang, Batam, serta sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur masih rentan terhadap praktik-praktik premanisme. “Kalau bicara kegiatan industri manufaktur, memang di daerah Tangerang, Bekasi, Karawang, bahkan sampai Batam dan kawasan industri baru seperti Subang, gangguan ini masih terjadi,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Apindo, Jakarta Selatan, Selasa (29/7).

Sanny menambahkan, fenomena ini salah satunya dipicu oleh persoalan sosial seperti minimnya lapangan kerja dan meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), yang kemudian berujung pada instabilitas sosial dan keamanan.

Ia menilai, penanganan oleh aparat keamanan masih belum konsisten. “Kalau ada operasi, ya rapi. Tapi kalau tidak, ya balik lagi seperti semula,” keluhnya.

Masalah ini, menurutnya, tidak hanya merugikan pelaku usaha secara langsung, tetapi juga menghambat masuknya investasi baru akibat citra keamanan yang tidak stabil.

Dalam kesempatan yang sama, Ajib Hamdani, Analis Kebijakan Ekonomi Apindo, turut menggarisbawahi bahwa premanisme memberi dampak ekonomi baik dari sisi produksi maupun konsumsi. “Di supply side, ini menambah ongkos produksi. Sedangkan di sisi demand, pungutan liar seperti parkir tidak resmi pun bisa memengaruhi keputusan belanja masyarakat,” kata Ajib.

Ia menekankan pentingnya menciptakan ekonomi biaya rendah (low cost economy) untuk meningkatkan daya saing nasional, yang salah satunya dimulai dari penghapusan praktik-praktik liar di lapangan. “Premanisme, baik yang kasat mata maupun yang berbaju rapi, harus ditekan. Kalau ingin ekonomi efisien dan kompetitif, ini harus jadi perhatian,” tegasnya (*)



source:CNN

Berita Terkait

No Posts Found