Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

APINDO Kabupaten Bekasi Gandeng Javanero Indonesia: Racik Kopi, Asah Skill, Buka Peluang

Hallo Pabrikers!! DPK APINDO Kabupaten Bekasi melalui Bidang UKM/UMKM kembali menyelenggarakan Pelatihan Barista dengan materi praktik barista dasar, Jumat (25/9/2026), di Conference Room MM2100, Cikarang Barat. Kegiatan ini merupakan pelatihan lanjutan yang diikuti anggota APINDO dengan kuota 25 peserta dan berlangsung dalam dua sesi.

Sep 25 2026, 17:05

Hallo Pabrikers!! DPK APINDO Kabupaten Bekasi melalui Bidang UKM/UMKM kembali menyelenggarakan Pelatihan Barista dengan materi praktik barista dasar, Jumat (25/9/2026), di Conference Room MM2100, Cikarang Barat. Kegiatan ini merupakan pelatihan lanjutan yang diikuti anggota APINDO dengan kuota 25 peserta dan berlangsung dalam dua sesi.

Wakil Sekretaris DPK APINDO Kabupaten Bekasi, Dewi Kristiani, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya APINDO dalam memberikan pelatihan yang memiliki manfaat nyata bagi anggotanya. Bekerja sama dengan Javanero Indonesia, peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami cara membuat kopi, tetapi juga mengenal nilai dan peluang yang dapat dikembangkan dari keterampilan tersebut.

Menurut Dewi, kopi memiliki nilai yang lebih luas ketika pelaku usaha mampu membangun pengalaman dan cerita di balik produk yang ditawarkan. Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang diperkenalkan kepada peserta selama pelatihan.

“Kopi itu tidak hanya sekadar kopi, tetapi ada storytelling yang bisa menambah nilai ketika kita menjualnya.”

Pelatihan kemudian berlangsung dalam dua sesi dengan pendekatan teori dan praktik. Pada sesi pertama, Teddy Kusumah Somantri dari Javanero Indonesia memaparkan dasar-dasar dunia kopi dan profesi barista. Materi mencakup pemahaman mengenai industri kopi dari hulu hingga hilir, specialty coffee, teknik dasar penyeduhan, serta pentingnya memiliki keterampilan yang kuat bagi seorang barista.

Teddy juga memberikan gambaran mengenai peluang yang dapat dikembangkan dari industri kopi. Menurutnya, kemampuan teknis menjadi salah satu modal penting bagi seseorang yang ingin mengembangkan profesi maupun usaha di bidang tersebut.

“Barista bisa memiliki penghasilan besar jika memiliki keahlian yang mumpuni. Setiap bidang memang membutuhkan keahlian yang kuat.”

Memasuki sesi kedua, peserta diajak menerapkan materi yang telah disampaikan melalui praktik secara langsung. Peserta diperkenalkan dengan berbagai peralatan dan teknik penyeduhan, mulai dari penggunaan mesin espresso, proses ekstraksi, hingga manual brew. Sesi praktik juga dilengkapi dengan tasting dan kesempatan berdiskusi langsung dengan pemateri.

Pendekatan praktik tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami proses pembuatan kopi secara lebih nyata. Wira dari Nutrifood Indonesia, salah satu peserta, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai karakteristik kopi sekaligus teknik penyeduhannya.

“Saya belajar tentang kopi, bagaimana reaksi kimia di kopi hingga teknik menyeduh menggunakan mesin espresso dan manual brew.”

Sementara itu, Mega dari PT Daido Metal Indonesia menilai pelatihan memberikan banyak pengetahuan baru, mulai dari teknik pembuatan hingga peralatan dan pilihan kopi yang digunakan.

“Saya dapat banyak banget pelajaran hari ini, teknik membuat kopi, alat-alat membuatnya, sampai pilihan kopinya.”

Tidak hanya membahas teknik penyeduhan, Teddy juga membawa peserta untuk memahami sisi bisnis dari industri kopi. Javanero Indonesia sendiri bergerak di industri kopi dengan fokus pada specialty green beans dan ekspor. Dari pengalaman tersebut, Teddy menekankan pentingnya memahami keseluruhan proses bisnis, termasuk rantai pasok.

“Dalam bisnis, kita tidak hanya perlu memahami prosesnya, tetapi juga supply chain dari awal hingga akhir.”

Melalui perpaduan pemaparan materi dan praktik langsung, pelatihan ini memberikan pengalaman kepada peserta untuk memahami kopi tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai keterampilan dan peluang yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

APINDO Kabupaten Bekasi pun terus mendorong kegiatan pelatihan yang memberikan pengalaman praktis dan dapat dimanfaatkan oleh para anggotanya.

Berita Terkait

No Posts Found