Investasi LG ke Indonesia Batal, Berikut Alasan dan Sikap Pemerintah RI
Hallo Pabrikers, investasi jumbo LG Energy Solution senilai Rp130 triliun di Indonesia batal. Proyek rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) yang awalnya disepakati pada akhir 2020 ini akhirnya ditinggalkan oleh konsorsium asal Korea Selatan tersebut.
Jakarta,-
Hallo Pabrikers, Â investasi jumbo LG Energy Solution senilai Rp130 triliun di Indonesia batal. Proyek rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) yang awalnya disepakati pada akhir 2020 ini akhirnya ditinggalkan oleh konsorsium asal Korea Selatan tersebut.
Â
Menurut laporan Yonhap, media ternama Korea Selatan, konsorsium yang dipimpin LG Energy Solution bersama LG Chem, LX International Corp, dan beberapa mitra lainnya memutuskan untuk menarik diri dari proyek ini. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar global dan lingkungan investasi yang dinilai kurang mendukung.
Menurut laporan Yonhap, media ternama Korea Selatan, konsorsium yang dipimpin LG Energy Solution bersama LG Chem, LX International Corp, dan beberapa mitra lainnya memutuskan untuk menarik diri dari proyek ini. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar global dan lingkungan investasi yang dinilai kurang mendukung.
Seorang pejabat LG Energy Solution menyatakan, “Kami memilih untuk keluar dari proyek ini setelah mengevaluasi situasi pasar dan faktor investasi,” sebagaimana dikutip pada Minggu (20/4/2025). Meski demikian, pihak LG tidak merinci lebih lanjut kendala spesifik yang menjadi penyebab utama.
Tanggapan Pemerintah Indonesia
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut angkat bicara soal batalnya rencana investasi ini. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Tri Winarno, mempertanyakan keseriusan LG sejak awal. Menurutnya, proses penjajakan investasi yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak menunjukkan kemajuan signifikan, termasuk keterlambatan LG dalam memenuhi jadwal groundbreaking proyek.Â
“Kalau tidak serius, ya sudah. Mungkin dari awal memang tidak ada niat,” ujar Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, seperti dikutip pada Selasa (22/4/2025). Ia menegaskan bahwa ketidakpatuhan LG terhadap tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah menjadi salah satu indikator kurangnya komitmen.
Optimisme Pemerintah di Tengah Batalnya Investasi
Meski investasi senilai 11 triliun won ini batal, pemerintah Indonesia tetap optimistis. Tri Winarno menegaskan bahwa iklim investasi di Indonesia tidak akan terganggu. “Yang terpenting adalah keseriusan investor, bukan sekadar nama besar. Kalau cuma janji tanpa tindakan, ya tidak akan berhasil,” tegasnya.
Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan pandangan serupa. Dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (22/4/2025), ia menegaskan bahwa hengkangnya LG tidak akan menghambat industri baterai EV di Indonesia. “Indonesia adalah negara besar dan kuat. Pasti akan ada investor lain yang menggantikan. Prospek kita cerah,” ujarnya dengan penuh keyakinan..