Harga Emas Hari Ini : Berat 0.5 gram Harga 516.000 Berat 1 gram Harga 932.000 | Berat 2 gram 1.804.000 | Berat 3 gram Harga 2.681.000 | Berat 5 gram  Harga 4.435.000 |  Berat 10 gram Harga 8.815.000 | Berat 25 gram Harga 21.912.000 | Berat 50 gram Harga 43.745.000 | Berat 100 gram Harga 87.412.000 | Berat 250 gram Harga 218.265.000 | Berat 500 gram Harga 436.320.000 | Berat 1000 gram Harga 872.600.000









Resmi: PT KUI Bantah Lakukan PHK Sepihak Terhadap Pekerjanya

Hallo Pabrikers ! PT Komatsu Undercarriage Indonesia (PT KUI) membantah tudingan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak salah satu pekerjanya, Ampi Fatkhudin.

Mar 10 2021, 14:40

Cikarang,

Hallo Pabrikers ! PT Komatsu Undercarriage Indonesia (PT KUI) membantah tudingan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak salah satu pekerjanya, Ampi Fatkhudin. Bantahan ini disampaikan oleh kuasa hukum PT KUI Salahudin Gaffar saat ditemui jurnalkawasan di Kawasan Deltamas, Cikarang Timur (09/03).

Menurut Salahudin, yang bersangkutan telah melakukan kesalahan yang membuat dirinya mendapatkan skorsing dari perusahaan tempatnya bekerja. ” “PHK sepihak tidak benar. Yang benar adalah yang bersangkutan tertangkap tangan waktu jam kerja menyelundupkan diri meninggalkan area kerja tanpa izin, pergi bersama pekerja lain yang waktu pulang, dan hanya di skorsing bukan PHK” ucap salahudin kepada media. Pekerja tersebut, kata Salahuddin telah mengelabui semua petugas, satpam dan yang lainnya. Sebelumnya sudah diingatkan oleh supervisornya namun tidak ditanggapi.

Pria asli Sumbawa ini juga membantah ada hubungan yang tidak harmonis antara manajemen dan PUK. Karena, kasus tersebut murni indisipliner, bukan karena statusnya sebagai sekretaris PUK. Status pekerja itu saat ini adalah ini skorsing untuk menuju pertimbangan PHK. “ Hanya saja, yang menjatuhkan putusan PHK itu Pengadilan Hubungan Industrial , nanti disana dibuktikan apakah benar izin telat atau mengelabui petugas di perusahaan,” kata pria yang juga Sekjen Forum Investor Bekasi ini.

Selanjutnya, perusahaan sedang mempertimbangkan langkah hukum yang lain pidana dengan tuntutan pencemaran nama baik. “Karena dia udah mengumumkan ke media bikin sensasi, mencatut nama perusahaan untuk informasi yang bohong. Kita akan somasi ”, tutup Salahudin Gaffar. (Df)

Berita Terkait

No Posts Found