Jam Kerja Panjang Satpam Akhir Tahun Picu Human Error: Ini Temuan Riset Keselamatan Kerja
Hallo Pabrikers, beban kerja satpam di umumnya meningkat menjelang akhir tahun. Lonjakan aktivitas produksi, distribusi, serta pengamanan aset perusahaan membuat jam kerja dan intensitas shift sering kali bertambah. Sejumlah riset keselamatan kerja internasional menunjukkan, kondisi ini berpotensi meningkatkan human error secara signifikan akibat kelelahan kerja.
Cikarang —
Hallo Pabrikers, beban kerja satpam di umumnya meningkat menjelang akhir tahun. Lonjakan aktivitas produksi, distribusi, serta pengamanan aset perusahaan membuat jam kerja dan intensitas shift sering kali bertambah. Sejumlah riset keselamatan kerja internasional menunjukkan, kondisi ini berpotensi meningkatkan human error secara signifikan akibat kelelahan kerja. Berdasarkan laporan National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), kelelahan akibat jam kerja panjang dan shift malam terbukti menurunkan fungsi kognitif pekerja, termasuk kewaspadaan, kecepatan reaksi, dan kemampuan mengambil keputusan.
NIOSH mencatat bahwa:
-
Pekerja yang bekerja lebih dari 10–12 jam per shift memiliki risiko kesalahan kerja yang meningkat tajam
-
Shift malam dan rotasi tidak teratur memperburuk kelelahan karena mengganggu ritme biologis tubuh
-
Risiko kecelakaan dan kelalaian prosedur dapat meningkat hingga 2 kali lipat dibanding jam kerja normal
Temuan serupa disampaikan oleh Occupational Safety and Health Administration (OSHA) yang menyebutkan bahwa kelelahan kerja merupakan salah satu penyebab utama human error di sektor keamanan, transportasi, dan industri berisiko tinggi.
Angka peningkatan risiko 2–3 kali bukan klaim sembarangan. Dalam publikasi ergonomi kerja dan keselamatan, termasuk studi yang dirangkum oleh World Health Organization (WHO) dan jurnal Accident Analysis & Prevention, disebutkan bahwa:
-
Pekerja dengan sleep deprivation atau kurang tidur kronis memiliki kemungkinan melakukan kesalahan serius hingga 2–3 kali lebih tinggi
-
Waktu reaksi orang yang kurang tidur 17–19 jam setara dengan kondisi pengaruh alkohol ringan
-
Efek ini paling terasa pada pekerjaan yang membutuhkan pengawasan pasif namun berkelanjutan, seperti tugas satpam
Dalam konteks pengamanan kawasan industri, kesalahan kecil—seperti terlambat merespons, salah identifikasi situasi, atau lalai prosedur patroli—dapat berdampak besar.
Akhir Tahun Jadi Periode Paling Rentan
Riset NIOSH juga menyoroti bahwa periode kerja dengan beban puncak musiman (seasonal peak workload) meningkatkan risiko kelelahan karena terjadi bersamaan dengan:
-
Jam lembur lebih sering
-
Pengurangan personel akibat cuti
-
Tekanan psikologis target operasional akhir tahun
Kondisi ini membuat satpam bekerja lebih lama dengan kualitas istirahat yang menurun, terutama pada shift malam. Para peneliti keselamatan kerja menekankan bahwa human error akibat kelelahan bukan persoalan disiplin personal, melainkan cerminan dari desain sistem kerja. OSHA menegaskan bahwa sistem shift panjang tanpa manajemen kelelahan yang baik akan meningkatkan risiko insiden, meskipun pekerja berpengalaman sekalipun.
Artinya, memperketat pengawasan atau memberi sanksi tidak akan efektif jika akar masalahnya adalah kelelahan struktural.
Berdasarkan panduan NIOSH dan WHO, beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan antara lain:
-
Membatasi durasi shift satpam pada periode sibuk
-
Menyediakan jeda istirahat terjadwal dan ruang istirahat memadai
-
Mengatur rotasi shift agar tidak terus-menerus di malam hari
-
Menambah personel sementara saat beban kerja meningkat
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dan berbasis bukti dibanding penanganan reaktif setelah terjadi insiden. (*)